Kumpul di Surabaya, BUMN Saling Bersinergi

Sinergi badan usaha usaha milik negara (BUMN) kembali akan ditunjukan pada Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2018 pada 3-6 Oktober 2018 esok di Surabaya.
Anggara Pernando | 02 Oktober 2018 21:58 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno saat Joget bareng karyawan Kementerian BUMN - Riendy Astria

Bisnis.com, JAKARTA -- Sinergi badan usaha usaha milik negara (BUMN) kembali akan ditunjukan pada Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2018 pada 3-6 Oktober 2018 esok di Surabaya.

Sebanyak sembilan kesepahaman diambil oleh BUMN Industri Strategis (BUMNIS). Kesepahaman itu meliputi penandatanganan kerja sama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) dengan PT Sunrise Steel, yaitu Long Term Supply Agreement (LTSA) Product Cold Rolled Coil (CRC) 2018-2019.

KS juga akan mengikat perjanjian kesepahaman dengan PT Barata Indonesia (Persero) untuk kerja sama menyuplai plat baja pada proyek-proyek strategis dan proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan.

Pada pameran ini juga disepakati nota kesepahaman antara Barata Indonesia dengan PT Industri Kapal Indonesia (Persero), dan PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero). BUMN ini akan bekerjasama untuk optimalisasi limbah scrap. Barata juga akan bekerjasama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) untuk pengembangan roda kereta termasuk pemanfaatan limbah scrap.

Sedangkan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam kerja sama penyediaan zat radioaktif untuk Industri.

Sedangkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan PT Aviastar Mandiri akan bekerjasama dalam pengadaan pesawat N219. Sedangkan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) bekerjsama dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) untuk pembangunan kapal baru, termasuk perbaikan dan pemeliharaan kapal.


Sementara PT PAL Indonesia (Persero) akan mengerjakan pembangunan kapal, perbaikan & pemeliharaan kapal, termasuk pengembangan bsnis dengan PT ASDP (Persero). PAL juga menggandeng PT. Pelni (Persero) untuk melaksanaan Home Doctor Service (HDS) dalam perbaikan & pemeliharaan Kapal Pelni.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan bahwa penandatanganan kerja sama baik dalam bentuk Long Term Supply Agreement (LTSA) maupun Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan sebagai bentuk penguatan sinergi BUMN terutama di antara perusahaan BUMNIS.

“Sesuai slogannya, 'Synergy for the Nation' semua BUMNIS berusaha mewujudkannya. Hal ini semata-mata dilakukan terutama untuk membangun Indonesia, sesuai juga dengan “Tak Henti Membangun Negeri” yang diusung dalam IBD Expo 2018 ini. Diharapkan kinerja masing-masing BUMNIS melalui penandatanganan kerja sama ini dapat membantuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia maupun untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia dalam berbagai bidang," kata Harry melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (2/10/2018).

Dia menambahkan BUMNIS diharapkan tidak hanya memperkuat pasar dalam negeri namun juga menggiatkan ekspor produk-produk unggulan ke luar negeri. Sinergi juga diharapkan menghasilkan produk berkualitas sehingga perlahan ketergantungan Indonesia terhadap impor dapat dikurangi secara signifikan.

Tag : bumn
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top