Pemerintah Siapkan Langkah-Langkah Pemulihan Ekonomi Palu-Donggala

Pemerintah akan memfokuskan tiga bulan pertama penanganan pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah untuk melakukan langkah penyelamatan darurat dan pembersihan wilayah.
Rinaldi Mohammad Azka | 03 Oktober 2018 15:02 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja mengawasi proses evakuasi korban gempa di reruntuhan Hotel Roaroa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah akan memfokuskan tiga bulan pertama penanganan pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah untuk melakukan langkah penyelamatan darurat dan pembersihan wilayah.

Setelah itu, fokus selanjutnya mulai beralih ke perbaikan perekonomian wilayah terdampak. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan dalam tiga bulan ke depan, selain menyelamatkan jiwa para korban, pemerintah juga fokus pada pembersihan sarana yang porak-poranda, penyediaan pasokan air bersih, dan meningkatkan pasokan BBM. Setelah itu, kegiatan ekonomi akan dipulihkan agar masyarakat merasa tenang dan aman.

"Ini fokusnya pemerintah dengan Polisi, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), semua untuk melakukan [langkah] kedaruratan, melalui BUMN kami sudah masuk ke sana, [seperti] PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Kemudian, kami [masuk] dengan kegiatan yang lebih membuat mereka merasa keamanannya terjamin," jelasnya di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menkeu bercerita, berkaca dari pengalaman bencana di Aceh dan Yogyakarta, konsentrasi awal pemerintah adalah melakukan langkah-langkah darurat meskipun tetap fokus pada pemulihan aktivitas ekonomi.

Adapun pembangunan kembali gedung pemerintah masih memerlukan waktu karena mempertimbangkan kontraktor yang siap bekerja. Yang pasti, aktivitas rekonstruksi diharapkan dapat menggerakkan kegiatan ekonomi. 

"Bapak Presiden juga menekankan, untuk saat ini emergency yang diperkirakan oleh Pak Wapres akan memakan waktu tiga bulan, yaitu bagaimana menyelamatkan nyawa, menyelamatkan jiwa, dan dari masyarakat itu mendapatkan temporary shelter terutama mereka yang rumahnya habis," tuturnya.

Dalam hal menggerakkan kembali perekonomian, Sri Mulyani menuturkan pihaknya mempertimbangkan berbagai skema fasilitas pembiayaan yang dapat membantu masyarakat.

"Semua kredit-kredit terhadap perbankan itu bisa dihapuskan sehingga itu tidak menimbulkan beban. Mungkin kami juga nanti menambah melalui instrumen yang ada, apakah melalui ultra mikro, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang bisa diarahkan ke situ," ujarnya.



Tag : sri mulyani, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top