Jakarta Islamic Index Ditutup Merosot 2,13%

JII ditutup merosot 2,13% atau 13,82 poin ke level 636,46 di akhir perdagangan, setelah berakhir melemah 0,53% atau 3,46 poin di level 650,29 pada perdagangan Rabu (3/10).
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Oktober 2018 17:39 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup melemah lebih dari 2% pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (4/10/2018).

JII ditutup merosot 2,13% atau 13,82 poin ke level 636,46 di akhir perdagangan, setelah berakhir melemah 0,53% atau 3,46 poin di level 650,29 pada perdagangan Rabu (3/10).

Sebelum merosot lebih dari 2%, JII dibuka turun 0,52% atau 3,37 poin di posisi 646,91. Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak pada level 633,08-646,95.

Sebanyak 2 saham menguat, 26 saham melemah, dan 2 saham lainnya stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang turun 4,07% menjadi penekan utama terhadap pelemahan JII di sesi I, diikuti saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 1,74%.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,89% atau 111,12 poin ke level 5.756,62, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,34% atau 20,14 poin ke level 5.847,60.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.742,30 – 5.847,60. Adapun pada perdagangan Rabu (3/10), IHSG berakhir melemah 0,13% di level 5.867,74.

Dari 604 saham yang diperdagangkan di IHSG hari ini, sebanyak 90 saham menguat, 305 saham melemah, dan 209 saham lainnya stagnan.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG ditutup melemah, dengan tekanan utama dari sektor industri dasar yang melemah 3,45%, disusul sektor finansial yang turun 2,44% dan konsumer yang melemah 1,89%.

 

Saham-saham syariah yang melemah:

UNVR

-4,07%

ASII

-1,74%

KLBF

-5,80%

INTP

-5,56%

Saham-saham syariah yang menguat:

PTBA

+1,07%

INCO

+0,59%

Sumber: Bloomberg

Tag : indeks syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top