KABAR GLOBAL 4 OKTOBER: Isu Geopolitik Membayangi, Saatnya Indonesia 'Unjuk Gigi'

Berita seputar pasar keuangan Eropa serta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (4/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 04 Oktober 2018 08:46 WIB
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar pasar keuangan Eropa serta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (4/10/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Isu Geopolitik Membayangi. Uni Eropa semakin disibukkan oleh tensi geopolitik, dari gejolak ekonomi di Italia hingga ketidakpastian di Inggris. Nilai tukar euro dan bursa Eropa pun diprediksi tertekan beberapa waktu ke depan. (Bisnis Indonesia)

Data Upah Positif, The Fed Tegaskan Kenaikan FFR Tetap Gradual. Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell menyambut baik kenaikan upah di Amerika Serikat baru-baru ini. Namun demikian, dia menunjukkan keyakinan bahwa tingkat pengangguran yang rendah tidak akan memicu kenaikan inflasi yang dapat mendorongnya menaikkan suku bunga secara agresif. (Bisnis Indonesia)

Saatnya Indonesia 'Unjuk Gigi'. Lima hari menjelang perhelatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan agar rapat tahunan tersebut dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kemajuan yang telah diraih Indonesia dalam 2 dekade terakhir kepada dunia, selain untuk menarik investasi dan memeriahkan sektor pariwisata. (Bisnis Indonesia)

Pengadilan PBB Desak AS Ringankan Sanksi Iran. Pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memerintahkan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi atas barang-barang bantuan kemanusiaan untuk Iran. International Court of Justice (ICJ) menyampaikan pada Rabu (3/10), sanksi-sanksi yang diberlakukan kembali setelah Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran itu dianggap akan membahayakan nyawa rakyat Iran. (Investor Daily)

Kasus Pajak Menerpa Donald Trump. Serangan publik terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih terus terjadi di negeri Paman Sam. Yang terbaru, New York Times edisi Selasa (2/10) menerbitkan sebuah laporan investigasi. Laporan itu menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump melakukan penggelapan pajak sejak lama. (Kontan)

 

Tag : ekonomi eropa, annual meeting IMF-World Bank
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top