SMI dan Kemenkeu Luncurkan Platform Pembiayaan Infrastruktur Terintegrasi

Kementerian Keuangan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) meluncurkan platform kerja sama pendanaan terintegrasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di lndonesia.
Rinaldi Mohammad Azka | 05 Oktober 2018 14:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), dan Direktur Eksekutif PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini meluncurkan platform pembiayaan terintegrasi SDG Indonesia One, di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/10). - Bisnis/Rinaldi Mohammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) meluncurkan platform kerja sama pendanaan terintegrasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di lndonesia.

Sejak awal peluncuran, sudah ada dana yang terkumpul sebesar US$2,34 miliar atau setara dengan Rp34,5 triliun. 

Platform yang dinamakan SDG Indonesia One ini diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi berbagai proyek infrastruktur di Indonesia, dengan mempertemukan investor dengan proyek-proyek infrastruktur yang berorientasi pada pencapaian SDGs.

Pendanaan terintegrasi ini berasal dari beragam sumber, antara Iain perusahaan swasta, filantropis, lembaga donor, lembaga keuangan multilateral dan bilateral, perbankan, asuransi, serta investor.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberi mandat kepada Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membentuk sekaligus mengelola platform tersebut. Direktur Eksekutif SMI Emma Sri Martini menjelaskan pihaknya menyatukan konsep pembiayaan campuran dalam platform tersebut.

"Menyatukan konsep blended finance untuk membantu masyarakat Indonesia mencapai target SDGs dengan mengusung satu platform terintegrasi yang bermanfaat, bukan hanya untuk pemerintah tapi semua partner strategis, para investor, dan donor. Kita punya berbagai perlengkapan yang akan digunakan bersama untuk mendekatkan jarak," jelasnya saat peluncuran platform tersebut di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

SDG lndonesia One menyediakan sejumlah fasilitas, meliputi fasilitas pengembangan proyek (development facility), fasilitas mitigasi risiko (de-risking facility), fasilitas pembiayaan (financing facility), dan fasilitas investasi (equity fund).

"Fasilitas-fasilitas tersebut memungkinkan terciptanya manfaat yang Iebih luas bagi Indonesia, seperti mobilisasi dan koordinasi peran mitra pemerintah, peningkatan akses ke sumber pendanaan, dan mengurangi beban fiskal pemerintah dalam membiayai berbagai proyek yang berorientasi terhadap pencapaian SDGs," lanjut Emma.

Lebih lanjut, platform ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh proyek-proyek strategis nasional tapi juga oleh proyek daerah yang memiliki keterkaitan dengan sub sektor SDGs.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top