Bank BJB Sebut Rasio NPL Dorong Pencapaian Visi Jadi Bank Berkinerja Baik

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB menyatakan rendahnya rasio kredit bermasalah membantu perseroan mencapai visi bank berkinerja baik.
Dinda Wulandari | 05 Oktober 2018 11:38 WIB
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB) Ahmad Irfan (kiri) memberikan penjelasan saat acara analyst meeting 2Q 2018 di Jakarta, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB menyatakan rendahnya rasio kredit bermasalah membantu perseroan mencapai visi bank berkinerja baik.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan dalam acara Leader Talk yang diadakan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Kamis (4/10/2018) malam.

“Visi kami jadi 10 bank terbesar di Indonesia [yang] bekerja baik. Nah, sekarang kami sudah capai separuh visi itu, yakni bekerja baik sejak 2016,” katanya.

Irfan menjelaskan salah satu penilaian kinerja baik perbankan adalah kualitas kredit yang tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). Per September 2018, perseroan mengklaim mampu menjaga rasio NPL sebesar 1,55%.

“Pada saat NPL industri naik menjadi 2,89%, kami bisa menjaganya di kisaran 1,55%. Ini sudah cukup baik, nomor empat terbaik di Indonesia,” lanjutnya.

Tingkat NPL tersebut diakui tak mudah dicapai. Irfan menuturkan ketika dirinya baru mulai memimpin Bank BJB pada akhir 2014, NPL gross Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini sempat berada di level 3,97%.

Padahal, jika NPL suatu bank menyentuh 5% maka bank tersebut akan mendapat pengawasan khusus dari otoritas terkait.

NPL pun ditekan dengan berbagai strategi yakni perbaikan proses bisnis di setiap lini yang terlibat, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan infrastruktur teknologi informasi, dan memastikan dilaksanakannya service excellence.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (Ikaperta) Unsri itu menyatakan sekarang perusahaan tinggal mencapai visi menduduki peringkat ke-10 bank nasional terbesar di Tanah Air.

Saat ini, emiten berkode BJBR tersebut masuk dalam peringkat ke-13 dengan pangsa pasar sebesar 1,4% dari total aset perbankan nasional per Juni 2018.

Tag : perbankan, bank bjb
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top