Asosiasi Fintech Syariah Himpun 52 Anggota

Sejak berdiri pada Februari 2018, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia sudah merangkul 52 anggota.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 06 Oktober 2018 16:41 WIB
Petugas memberikan penjelasan kepada pengunjung di stan peserta IB Vaganza Expo Keuangan Syariah di Jakarta, Jumat (5/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak berdiri pada Februari 2018, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia sudah merangkul 52 anggota.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Ronald Yusuf Widjaja mengatakan saat ini perusahaan sudah memiliki 52 anggota dengan 33 anggota adalah perusahaan atau komunitas yang bergerak pada bisnis teknologi finansial atau fintech.

“Kenapa tak hanya fintech karena kami yakin mendorong ekonomi syariah itu kita tidak hanya berbicara soal keuangan. Namun juga eksosistemnya dari media, dari law firm, konsultan, messenger, yang bisa mensupport ini kita ajak bersama,” terang Ronald kepada Bisnis, Sabtu (6/10/2018)

Dia menjelaskan, fintech memang berbicara keuangan. Sebaliknya, kalau ekosistem syariah, berarti belajar secara umum dan bersinergi dengan fintech dan non fintechnya.

Dia menyebut bahwa sesama anggota asosiasi akan saling mendukung ke depannya.

“Setelah saling kenal kita berbicata dengan stakeholder lain, dengan MUI, dengan semuanya, bagaimana mengimplementasikan teknologi terhadap inisiatif-insiatif syariah mendorong ekonomi syariah,” sambung Ronald.

Adapun kriteria wajib menjadi anggota asosiasi ini, kata Ronald, mengantongi giro syariah. Pasalnya, kepemilikan atas giro syariah akan mendorong ekonomi syariah. Sehingga tidak harus memakai platform namun cukup punya semangat ekonomi syariah.

“Kita open maka kita sangat terbuka, Februari baru awal dan sudah 6 bulan berjalan,” tuturnya.

Tag : keuangan syariah
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top