Asosiasi Fintech Syariah Bakal Ajak BI Implementasi Jaringan Halal Digital

Asosiasi Fintech Syariah Indonesia dan Bank Indonesia bekerjasama membentuk task force untuk implementasi halal value chain di sektor industri.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 06 Oktober 2018 18:12 WIB
Ilustrasi sektor keuangan syariah harus tumbuh berkembang di sektor riil. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Fintech Syariah Indonesia dan Bank Indonesia bekerjasama membentuk task force untuk implementasi halal value chain di sektor industri, serta kerja sama implementasi halal value chain berbasis digital.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Widjaja mengatakan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) mendorong orang berinvestasi secara syariah. Sebagai platform asosiasi fintech maka perlu ada jalur ke industri riil, salah satunya ecommerce. Implementasinya bekerjasama dengan Hijup.

“Sebagai ecommerce syariah mereka sudah punya brand yang bagus kita coba campaign hijab melalui fintech syariah. Jadi publik bisa melihat ada peluang fintech dengan hijab. Dengan seperti itu kita kan mendorong industri investasi syariah lebih bagus lagi,” terang Ronald kepada Bisnis, Sabtu (6/10/2018).

Dia menjelaskan, hukum dalam ekonomi syariah memastikan kegiatan bisnis bisa memberikan social impact kepada sektor riil. Dengan demikian asosiasi fintech ini bisa mengaktivasi sektor riil untuk membiasakan diri investasi secara syariah.

“Kami tidak berusaha menyaingi bank tetapi bagaimana orang yang selama ini sensitif terhadap perbankan bisa berinvestasi melalui platform fintech ini,” sambungnya.

Chief Executive Officer Hijup, Diajeng Lestari mengatakan, Hijup mendukung inisiasi BI mengembangkan ekosistem halal value chain berbasis digital dan berkomitmen untuk memperkuat perekonomian syariah di Indonesia melalui sektor fesyen muslim.

“Komitmen kerjasama ini sejalan dengan latar belakang berdirinya Hijup. Kami hadir untuk menjadi pemain di pasar muslim, tidak hanya sebagai pasar konsumtif,” tutur Diajeng melalui siaran pers.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, M. Anwar Bashori menyebut, pengembangan ekosistem halal value chain bertujuan menerapkan konektivitas global agar ekonomi syariah di Indonesia bisa berkembang.

Tag : keuangan syariah
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top