Jelang IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Masyarakat Internasional Diminta Investasi Selamatkan Ekosistem

Menjelang pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde berpartisipasi dalam kampanye pemulihan serta penanaman kembali terumbu karang di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10/2018).
Annisa Margrit | 07 Oktober 2018 12:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan membawa terumbu karang dalam kampanye pemulihan dan penanaman kembali terumbuh karang di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjelang pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde berpartisipasi dalam kampanye pemulihan serta penanaman kembali terumbu karang di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10/2018).

Luhut mengajak masyarakat untuk melirik investasi laut, bukan hanya investasi di wilayah berbasis lahan. 

"Yang ramai dibicarakan saat ini adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengalihkan risiko kepada pihak ketiga untuk melindungi lingkungan laut. Artinya, mengasuransikan wilayah laut kita. Sebesar 95% lautan dunia belum dieksplorasi," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Sementara itu, Sri Mulyani menuturkan kegiatan kali ini memberi ide baginya untuk memberi asuransi bagi ekosistem Indonesia, yang merupakan salah satu aset dunia.

"Seperti diketahui, populasi terumbu karang kita adalah yang terbesar di dunia dan aktivitas kita bisa merusak terumbu karang tersebut. Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia. Kita juga harus mulai memikirkan untuk merubah perilaku dan gaya hidup untuk tidak memperburuk keadaan terumbu karang tersebut," paparnya.

Terumbu karang di Nusa Dua memiliki luas 204 hektare (ha) dari garis pantai dan termasuk dalam program Taman Terumbu Karang Indonesia. Di sana, berbagai terumbu karang dari perairan Indonesia akan ditransplantasikan sehingga dapat menciptakan akuarium laut skala besar yang unik.

Adapun Lagarde sepakat ada hubungan antara perilaku manusia terhadap alam dengan bencana alam, terutama pada masa perubahan iklim sekarang.

"Ini untuk membuat lingkungan kita lebih baik. Dimulai dari sesuatu, membuat kita sadar, menghormati lingkungan kita dan melindungi lingkungan kita," ujarnya.

Hadir pula dalam kampanye tersebut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Kampanye ini juga diharapkan memberikan harapan baru terhadap pemulihan terumbu karang, di tengah kekhawatiran sebagian besar karang di dunia akan lenyap pada 2050.

Berdasarkan studi The Nature Conservancy dan Pusat Pemantauan Konservasi Dunia (UNEP), lebih dari 90% karang dunia bakal hilang pada 2050. Adapun Indonesia memiliki 27,95% terumbu karang dunia dengan lebih dari 569 jenis karang.

Inisiatif Terumbu Karang Internasional telah mendeklarasikan 2018 sebagai "Tahun Internasional Terumbu Karang".

Nusa Dua Coral Reef Garden (NDCRG), sebagai pengelola proyek ini, telah melakukan penelitian dan mengembangkan inovasi tentang cara mengembalikan dan menghemat ekosistem terumbu karang. Selain itu, juga turut melakukan perawatan dan transplantasi terumbu karang serta memberdayakan masyarakat sekitar pantai untuk ikut merencanakan, menerapkan, dan memelihara terumbu karang secara berkelanjutan.

Luhut melanjutkan dalam rangka IMF-World Bank Annual Meeting 2018, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk merawat ekosistem lingkungan. Rencananya, juga akan ada kunjungan ke wilayah-wilayah yang mengalami bencana. 

Dia mengungkapkan pihaknya bersama IMF dan World Bank sudah berkunjung ke Palu untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa dan tsunami. Pada Senin (8/10), Luhut dan Lagarde pun bakal berangkat ke Lombok untuk bertemu masyarakat yang menjadi korban gempa. 

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top