Pertemuan Tahunan IMF-World Bank: Tak Ada Penggalangan Dana Bantuan Gempa Palu-Donggala

Pemerintah pastikan tidak ada penggalangan dana dalam agenda annual meeting (AM) Internatioanl Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) 2018, yang ada adalah inisiatif mandiri IMF yang akan memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka | 07 Oktober 2018 19:21 WIB
Pekerja mempersiapkan petunjuk ruang pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, BADUNG - Pemerintah pastikan tidak ada penggalangan dana dalam agenda annual meeting (AM) Internatioanl Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) 2018, yang ada adalah inisiatif mandiri IMF yang akan memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Indonesia.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Pelaksana Harian Susiwijono Moegiarso menerangkan pemerintah tidak akan mengkoordinasi penggalangan dana bagi korban bencana alam di Lombok dan Palu-Donggala.

"Tidak ada itu [penggalangan dana], yang ada inisiatif pengumpulan dana di internal staff IMF karena besok [Senin, 8/10/2018], IMF juga akan melakukan kunjungan ke Lombok mengunjungi korban, sebagai bentuk mendukung pemulihan Lombok dan Donggala," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (7/10/2018).

Lebih lanjut dia bercerita mengenai langkah antisipasi apabila terjadi bencana. TNI dan POLRI telah melakukan berbagai simulasi untuk tiga bencana, erupsi Gunung Agung, gempa bumi, dan gempa bumi yang disertai tsunami.

Selain itu, peralatan, transportasi dan jalur evakuasi pun sudah disiapkan.
Pihak panitia IMF-WB pun lanjutnya mengaku senang dengan hasil yang didapatkan dari simulasi yang dilakukan. Dengan demikian, Panitia menilai Indonesia sudah sepenuhnya siap.

Pengamanan Bandara

Sementara itu, jelang pelaksanaan Annual Meeting IMF-WBG 2018 yang secara resmi akan dibuka pada 8 Oktober mendatang, Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiapkan sekitar 2.000 petugas keamanan gabungan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran arus penumpang dan delegasi peserta rapat akbar yang akan digelar di kawasan Nusa Dua, Bali.

General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengatakan bahwa personel gabungan akan bertugas dari sebelum kedatangan para delegasi, hingga satu minggu setelah acara resmi ditutup. 
“Personel tersebut akan kami siagakan di posko keamanan terpadu yang beroperasi mulai 1 hingga 21 Oktober 2018,” papar Yanus Suprayogi di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jum'at (5/10).

Personel keamanan gabungan yang mulai bertugas pada tanggal 1 Oktober tersebut terdiri dari elemen Kepolisian dan Paskhas TNI Angkatan Udara. Dari Paskhas TNI AU sendiri turut menerjunkan satuan pelaksana operasi khusus Satuan Bravo 90 untuk ikut membantu keamanan dan kelancaran penyelenggaraan acara akbar kenegaraan ini.

Selain mempersiapkan petugas keamanan, PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga turut memastikan kesiapan seluruh fasilitas keamanan pendukung di Bandar Udara 100 persen siap beroperasi. 

Manajemen Bandar Udara memastikan bahwa peralatan seperti dari mesin pemindai, alat pendeteksi logam, pendeteksi bahan peledak, kendaraan patroli, dan ratusan kamera pengawas yang semuanya tersebar di banyak titik di Terminal Domestik dan Internasional.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 27 ribu delegasi dari 189 negara sudah terkonfirmasi akan hadir di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia yang dilaksanakan di kawasan Nusa Dua, Bali tersebut. 

Sebanyak 23 kepala negara juga direncanakan akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang diproyeksikan akan menjadi perhelatan paling akbar sepanjang sejarah penyelenggaraan. Selain itu, turut hadir pula para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara peserta, investor, akademisi, hingga ribuan media internasional.

 

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top