IMF-World Bank Annual Meeting: Pesawat Delegasi Diparkir di Bandara Alternatif

PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan sejumlah skema alternatif untuk memastikan kelancaran kenyamanan para delegasi dan wiasatawan yang masuk ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai selama penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WBG 2018 pada 8 Oktober 2018—14 Oktober 2018.
M. Nurhadi Pratomo | 07 Oktober 2018 20:08 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/9). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, BADUNG — PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan sejumlah skema alternatif untuk memastikan kelancaran kenyamanan para delegasi dan wiasatawan yang masuk ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai selama penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WBG 2018 pada 8 Oktober 2018—14 Oktober 2018.

Communication and Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menjelaskan bahwa head of delegates atau tamu VVIP akan diakomodasi di Gedung VVIP. Sementara itu, untuk delegasi VIP dan non-VIP akan diakomodasi di Terminal Internasional dengan diberikan khusus untuk mempercepat proses.

“Handling delegasi VVIP, VIP, non VIP tetap di Bali,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (7/10/2018).

Selain itu, Arie mengungkapkan Bandar Udara Banyuwangi dijadikan sebagai bandara alternatif. Artinya, tempat tersebut menjadi lokasi parkir bagi pesawat VVIP yang menginap di Indonesia selama perhelatan IMF.

Di sisi lain, dia menyatakan manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai telah menyiapkan alur sendiri antara delegasi dan wisatawan biasa. Dengan demikian, pelayanan terhadap penumpang lain tidak akan berkurang.

Sebelumnya, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan ada lima bandara yang disiapkan sebagai alternatif selama berlangsungnya Annual Meeting IMF-WBG 2018 yakni Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Adi Soemamo Solo, serta Bandara El Tari Kupang.

Faik mengatakan beberapa pengembangan yang dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai di antaranya perluasan apron dari 53 parking stand menjadi berkapasitas 63 parking stand, penambahan rapid exit taxiway untuk meningkatkan jumlah pergerakan pesawat hingga 33 per jam, serta menambah check-in counter menjadi 126 unit.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa perluasan apron juga dilakukan di Bandara Internasional Lombok. Angkasa Pura I menambah 8 parking stand untuk pesawat narrow body. Dengan demikian, fasilitas tersebut kini memiliki 18parking stand. 

Adapun, Bandara Juanda Surabaya bertambah 7 parking stand untuk pesawat narrow body dan satu helikopter. Dengan demikian, kapasitas apron bandara ini menjadi 51 parking stand. 

Penambahan kapasitas apron juga dilakukan di Bandara Sultan Hasanudin Makassar menjadi 48 parking stand, Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi 26 parking stand, serta Bandara El Tari Kupang menjadi 17 parking stand.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top