Pertemuan Pemimpin Keuangan Global di Annual Meeting IMF-WGB 2018 Diperkirakan Akan Berbeda

Ada yang berbeda ketika para pemimpin keuangan global berkumpul pekan ini di Bali untuk menghadiri Annual Meeting IMF-WBG 2018. 
Dwi Nicken Tari | 07 Oktober 2018 20:25 WIB
Personel TNI berkoordinasi di sekitar kawasan yang akan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, Nusa Dua — Ada yang berbeda ketika para pemimpin keuangan global berkumpul pekan ini di Bali untuk menghadiri Annual Meeting IMF-WBG 2018. 

Kontras dari sedekade silam, di mana sejumlah bank sentral dari berbagai negara bersatu-padu menyelamatkan perekonomian global, kini masing-masing negara tampak lebih memilih untuk menjalani pilihannya masing-masing.

Adapun, tepat pada Senin (8/10/2018) ini, sepuluh tahun lalu Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan lima bank sentral lainnya bersatu untuk memangkas suku bunga—memberikan stimulus moneter—supaya ekonomi global tidak resesi.

Namun sekarang, bank-bank sentral tersebut mulai mengambil langkah berbeda kendati suku bunga masih berada di level terendah historisnya, para menteri keuangan berjibaku dengan utangnya masing-masing, dan pemerintah bergerak menjunjung nasionalisme—bertolak belakang dengan globalisme, seperti Brexit, perang dagang, melonjaknya harga minyak, dan volatilitas mata uang.

“Tidak ada anak panah tersisa di dalam tempatnya [untuk ekonomi]. Bayangkan, bahkan dengan hanya setengah dari downturn besar berikutnya, kita tidak lagi punya senjata untuk menghadapinya,” kata Danny Blanchflower, profesor di Dartmouth College, New Hampshire, yang juga adalah pembuat kebijakan di Bank Sentral Inggris (BOE) pada 2008, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (7/10/2018).

Adapun bank sentral AS di bawah Gubernur The Fed Ben Bernanke-lah yang pertama kali membuat para pembuat kebijakan moneter bersama-sama memangkas suku bunga pada 8 Oktober 2008.

Bank sentral lain di Zona Euro, Kanada, Inggris, Swedia, dan Swiss pun kemudian mengikuti, sementara bank sentral Jepang (BOJ) yang telah lebih dulu memiliki kebijakan stimulus longgar menyuarakan dukungannya.

Bahkan Bank Sentral China (PBOC) juga melonggarkan biaya pinjaman dan rasio simpanan wajib minimum perbankan kendati tidak ingin disebut berada dalam satu koalisi yang dipimpin AS.

Secara keseluruhan sejak hancurnya Lehman Brothers Holdings Inc. pada September 2008, Bank of America Corp. menghitung pemangkasan suku bunga global telah terjadi sebanyak 700 kali dan mengalirkan US$12 trliun ke dalam aset global.

Namun, sulit melihat hal itu terjadi sekarang ini. Pasalnya, kebijakan moneter mulai kekurangan peran dan kekuatan yang dulu dimilikinya. Pasalnya, berdasarkan JPMorgan Chase&Co., tingkat rata-rata suku bunga di negara maju saat ini yang hanya melewati 1% masih berada di bawah level sebelum krisis sedekade silam, kendati The Fed telah terus mengetatkan kebijakannya. 

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top