Indonesia Siap Gelar Annual Meeting IMF-WBG 2018

Panitia Nasional (Pannas) Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Bali sudah siap menyelenggarakan ajang yang akan dihadiri oleh 189 negara. Peserta yang akan hadir pun dipastikan melebihi target.
Rinaldi Mohammad Azka | 08 Oktober 2018 01:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua Panitia Nasional Luhut Binsar Panjaitan (tengah), memberikan paparan didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri), dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, saat diskusi menakar manfaat Annual Meetings of the International Monetary Fund and World Bank Group 2018 di Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, NUSADUA – Panitia Nasional (Pannas) Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Bali sudah siap menyelenggarakan ajang yang akan dihadiri oleh 189 negara. Peserta yang akan hadir pun dipastikan melebihi target.

”Kita sudah siap melaksanakan AM ini. Seluruh venue sudah siap dan kita puas,” ucap Menko Luhut Pandjaitan, di Bali, Minggu, 7 Oktober 2018.

Dalam rangka melihat kemajuan persiapan lokasi Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, Menko Maritim dan Menteri Keuangan mengunjungi ruangan dan berbagai lokasi yang akan digunakan untuk pertemuan dan seminar di Hotel Westin, BICC, BND dan BNDCC di Nusa Dua.


Selain itu, Menkeu juga mengunjugi fasilitas kesehatan, press center, serta tempat diplomasi budaya yang akan ditampilkan dengan aneka tarian di Taman Jepun dan Indonesia Pavilion.

“Dari target 22.000 peserta, per hari ini sudah 34.000 yang mendaftar untuk ikut dalam acara ini” ujar Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan yang juga Menko Maritim tersebut.

Beberapa agenda yang akan dilangsungkan di BICC antara lain, seminar Wanita dalam Tempat Kerja, IMF Youth Dialogue, press briefing tentang global financial, dan sebagainya.

Sedangkan di BNDCC, akan dilangsungkan acara utama yakni pembukaan dan penutupan. Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir sekaligus membuka perhelatan internasional ini.

Selain membahas substansi, dalam pertemuan tahunan ini, akan ditampilkan Indonesia Pavilion yang menampilkan art and craft expo, booth pariwisata, dan booth infrastruktur.

Staf Ahli Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, menjelaskan dalam Indonesia Pavilion peserta dapat melihat dan membeli berbagai benda seni dan kerajinan karya asli putra bangsa Indonesia. Selain kerajinan, dalam booth ini ditampilkan berbagai paket pariwisata yang ditawarkan kepada peserta.

Terkait infrastruktur, ditampilkan display dan perkembangan pembangunan infrastruktur dan beberapa kesempatan investasi dan pembiayaan di Indonesia.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top