KABAR PASAR 8 OKTOBER: Perlu Diversifikasi Devisa, Penurunan Tarif PPh Terus Dimatangkan

Berita terkait terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS serta rencana penurunan tarif PPh imbal hasil obligasi menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (8/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Oktober 2018 08:09 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS serta rencana penurunan tarif PPh imbal hasil obligasi menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (8/10/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Perlu Diversifikasi Devisa. Para pelaku bisnis mengusulkan skema terobosan untuk mengurangi ketergantungan pengusaha terhadap dolar Amerika Serikat dalam kegiatan ekspor impor. Caranya adalah dengan diversifikasi mata uang saat melakukan transaksi internasional. (Bisnis Indonesia)

Penurunan Tarif PPh Terus Dimatangkan. Rencana penurunan tarif PPh imbal hasil obligasi terus dimatangkan. Pemerintah menilai penurunan tarif sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pendalaman pasar dalam rangka stabilisasi pasar keuangan yang kerap terhempas saat menghadapi volatilitas global. (Bisnis Indonesia)

Negara Peserta Inisiatif Beri Bantuan. Beberapa negara peserta yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF—World Bank Group 2018 di Bali telah menyampaikan kesediaannya untuk memberikan bantuan bagi korban bencana alam di Palu dan Donggala serta Lombok. (Bisnis Indonesia)

Berburu Cuan dari Anak BUMN. Sejumlah saham anak badan usaha milik negara masih layak dikoleksi pada sisa tahun ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan dan valuasi saham yang dimiliki tiaptiap perseroan. (Bisnis Indonesia)

Return Obligasi Berpeluang Positif. Kinerja pasar obligasi pada tahun depan diprediksi lebih baik dibandingkan dengan tahun ini, kendati belum bisa diharapkan memasuki tren bullish. (Bisnis Indonesia)

Kemkeu Kaji Tarif PPnBM Sedan. Rencana pemberian insentif untuk industri otomotif berupa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tengah diusulkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemperin) ke Kementerian Keuangan (Kemkeu), kembali mencuat. (Kontan)

Biarpun Berkurang Terus, Cadangan Devisa Masih Aman. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menggerus cadangan devisa Indonesia. Per September 2018, cadangan devisa tersisa US$ 114,85 miliar, berkurang US$ 17,13 miliar dalam kurun delapan bulan atau sejak mencapai level tertinggi pada Januari lalu. Meski terus berkurang, Bank Indonesia (BI) dan para ekonom memastikan cadangan devisa masih mumpuni menghadapi tekanan eksternal pada periode mendatang. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top