OPINI: Momentum Penting Kesinambungan Pariwisata Bali dari Pertemuan IMF-Bank Dunia

Perhelatan IMF-WBG Annual Meeting  2018 akan memberikan nilai tambah terhadap ekonomi Bali yang cukup signifikan yaitu Rp6 triliun untuk periode 2017-2018.
Causa Iman Karana, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali | 08 Oktober 2018 13:39 WIB
Anggota delegasi mengurus tanda pengenal untuk mengikuti Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di pusat registrasi di Hotel Nusa Dua Beach, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). - ANTARA/Wisnu Widiantoro

Bisnis.com, Bali sebagai destinasi wisata dunia selalu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Kondisi ini tergambar oleh terus meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Bali dari 3,28 juta orang di 2013, menjadi 5,7 juta orang pada 2017.

Bahkan di 2018 hingga Agustus, wisman telah mencapai sekitar 4 juta orang. Kunjungan wisatawan domestik juga terus meningkat, dari 6,98 juta orang di 2013 menjadi 8,74 juta pada 2017.

Tingginya tingkat kunjungan itu tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali, karena sebesar 52,9% (2017) ekonomi daerah ini ditopang oleh kinerja bidang usaha yang terkait dengan pariwisata.

Namun, tantangan lain juga muncul. Hasil survei perilaku wisatawan mancanegara (superwisman) pada 2016-2018 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, menunjukkan tendensi turunnya kualitas wisman.

Tingkat pengeluaran (spending of money) rata-rata wisman per kunjungan pada 2016 tercatat sebesar Rp13,47 juta per orang, lalu turun menjadi Rp12,45 juta per orang pada 2018. Kondisi ini tentu harus disikapi secara cermat dengan mencari solusi yang menunjang pariwisata Bali secara berkelanjutan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mix tourism policy, yaitu tetap berfokus pada pencapaian target jumlah kunjungan wisman, tetapi di sisi lain dikembangkan wisata minat khusus, yang dapat mendorong peningkatan kunjungan wisman berkualitas (quality tourism).

Beberapa wisata minat khusus yang berpotensi dikembangkan meliputi MICE tourism, medical tourism, sport tourism dan wisata terkait dengan lansia. Salah satu MICE yang dapat menjadi momentum adalah perhelatan IMF-World Bank Group Annual Meeting (WBG AM) 2018.

Sebanyak minimal 15.000 peserta utama dari 189 negara yang merupakan pengambil kebijakan dunia, khususnya di bidang keuangan seperti gubernur bank sentral dan menteri keuangan akan hadir di Bali.

Selain itu, hadir juga delegasi pertemuan dari industri keuangan, ekonom dan akademisi, perwakilan LSM, parlemen, media serta partisipan lainnya. Kehadiran mereka merupakan promosi gratis untuk menunjukkan keindahan sekaligus kesiapan Bali dalam memberikan fasilitas bagi wisatawan. Dibutuhkan modal besar dan kerja keras untuk untuk mengangkat citra Indonesia dan Bali ke dunia internasional melalui berbagai promosi ke sejumlah negara.

IMF-WBG AM 2018 akan memberikan kemudahan promosi itu, karena ribuan delegasi justru datang langsung tinggal dan menetap Bali. Mereka merupakan wisman potensial untuk digarap oleh Bali, karena memiliki tingkat spending cukup tinggi.

Delegasi itu juga itu akan merasakan sendiri hospitality hotel, budaya dan adat istiadat, keunggulan wisata alam dan desa wisata serta dukungan infrastruktur.

Dalam dunia pariwisata, experience merupakan salah satu cara bagi wisatawan untuk membuktikan sebuah daerah layak untuk dikunjungi lagi atau tidak. Oleh karena itu, IMF-WBG AM 2018 sangat strategis artinya bagi Indonesia dan Bali pada khususnya.

Keberhasilan mengelola kegiatan ini akan memberi pengalaman berharga bagi Indonesia, khususnya Bali dalam memperoleh limpahan pelaksanaan MICE international berskala besar. Alhasil ke depan pelaksanaan ajang akbar global tak lagi hanya didominasi negara tetangga.

IMF-WBG juga akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan persepsi positif Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang aman, mempunyai infrastruktur dan fasilitas yang baik serta stabiltas makroekonomi yang terjaga.

Hal itu dikarenakan peserta pertemuan merupakan pejabat pembuat kebijakan dari berbagai negara serta pimpinan perusahaan dan investor terkemuka. Hal ini menjadi ajang yang sangat strategis untuk mendorong dialog, promosi dan keputusan investasi.

Event ini akan membantu Bali dalam meningkatkan kualitas infrastruktur bagi Pulau Dewata, khususnya di daerah selatan. Pesatnya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, memberikan tantangan permasalahan kemacetan dan sampah. Kedua hal tersebut selalu menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh wisatawan mencanegara.

Menjelang IMF-WBG Annual Meeting (AM) 2018, sejumlah infrastruktur dipercepat penyelesaiannya, antara lain underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung. Peningkatan infrastruktur Bali dalam menghadapi perhelatan IMF-WB AM 2018 menelan investasi sekitar Rp4 triliun, termasuk peningkatan kapasitas bandara, pelabuhan dan pelebaran jalan serta penataan destinasi wisata.

KUALITAS PARIWISATA

Kebijakan ini tentunya akan memperkuat nilai tambah dan kualitas pariwisata di Bali, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya dari sisi akses dan kenyamanan bagi wisatawan. Manfaat yang diberikan dari pembangunan infrastruktur tersebut tak hanya untuk pertemuan tersebut, melainkan juga akan bermanfaat untuk pariwisata Bali dalam jangka panjang.

Lebih penting lagi, juga sebagai momentum perbaikan dan stimulus bagi peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur lainnya, termasuk solusi infrastruktur yang dibutuhkan dalam mendorong pemerataan pariwisata Bali.

Selain itu diharapkan juga akan berdampak secara langsung dalam peningkatan akses, aminities dan atraksi yang dapat disajikan oleh Bali kepada wisatawan.

Saat perhelatan IMF-WB AM 2018 berlangsung, berbagai nilai tambah akan diperoleh pelaku usaha yang terkait dengan bisnis pariwisata, yaitu pendapatan dari akomodasi, penyewaan kamar hotel untuk 15.000 orang peserta, penyediaan 101 ruangan rapat, penyediaan 600 ruang kantor hingga penyewaan kendaraan.

Berdasarkan informasi dari panitia, sebanyak 435 unit kendaraan mewah akan disediakan, berikut 120 unit shuttle bus. Nilai tambah juga diperoleh melalui pemesanan makanan, hiburan dan suvenir yang dipesan maupun dibeli oleh peserta kegiatan.

Keuntungan yang diperoleh makin bertambah seiring dengan prakiraan adanya peserta yang menambah hari kunjungannya di Bali untuk berwisata bersama kerabat maupun keluarga.

Berdasarkan analisis sementara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, perhelatan IMF-WBG AM 2018 akan memberikan nilai tambah terhadap ekonomi Bali yang cukup signifikan yaitu Rp6 triliun untuk periode 2017-2018. Nilai ini merupakan dampak jangka pendek, sementara dalam jangka panjang terdapat beberapa maanfaat yang diperoleh Bali khususnya dan Indonesia secara umum berupa knowledge-transfer yaitu berupa pembelajaran mengenai penyelenggaraan kegiatan internasional.

Selain itu adanya peluang investasi dan perdagangan seiring dengan makin dikenalnya produk local. Event ini juga makin menunjukkan leadership Indonesia dalam penyelenggaraan perhelatan internasional dan pembahasan isu-isu global.

*) Artikel dimuat di koran cetak Bisnis Indonesia edisi Senin (8/10/2018)

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top