Pertemuan IMF-Bank Dunia: Diplomasi Kedai Kopi untuk Donasi Korban Gempa

Sebagian orang boleh saja pesimis dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali. Mereka yang pesimistis menganggap ajang ini hanya pemborosan. Nada paling keras menyatakan event yang dihadiri 34.000 orang ini pemborosan.
Feri Kristianto | 08 Oktober 2018 17:27 WIB
Kedai kopi di Bali Nusa Dua Convention Center untuk menjamu delegasi IMF-World Bank Annual Meeting. - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, BADUNG—Sebagian orang boleh saja pesimis dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali. Mereka yang pesimistis menganggap ajang ini hanya pemborosan. Nada paling keras menyatakan event yang dihadiri 34.000 orang ini pemborosan.

Sah-sah saja pendapat seperti itu karena memang isi pertemuan ini dihadiri oleh mereka yang menggunakan baju rapi dan tampilan klimis, sehingga terkesan hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan masyarakat kelas bawah. Hanya saja, suara pesimistis itu bisa diperdebatkan.

Di sebuah sudut di main venue AM IMF-WBG 2018, terselip kedai bertuliskan a Cup For Solidarity. Hampir setiap menit, kedai ini dikerumuni oleh sejumlah orang yang mengantri untuk mendapatkan satu cangkir kopi. Kedai ini seakan memberikan antithesis padangan bahwa AM IMF-WBG 2018 sebuah event yang tidak menyentuh ke masyarakat level bawah.

Di kedai ini, delegasi hingga awak media bisa mendapatkan secangkir kopi racikan barista ternama Indonesia. Tidak perlu membayar untuk bisa mencicipi kopi Jack of All Trade, yakni campuran 60% Toraja Sulutco dan 40% Mandheling Wahana ini karena gratis. Jangan heran, hampir setiap menit kedai berukuran sekitar 2x2 meter ini selalu laris.

Keistimewaan kedai ini kopinya didedikasikan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Jadi, setiap kopi yang diberikan kepada delegasi atau siapapun yang meminta akan dihargai. Kedai ini antithesis dari proses transaksi. Dalam dunia normal perdagangan, untuk mendapatkan sesuatu, anda harus membeli tetapi disini sebaliknya. Anda meminta kopi, donatur kedai akan membayar satu cangkir kopi yang anda cicipi.

Kabag Humas BRI Alia Karenina menuturkan setiap kopi yang diberikan bagi delegasi, pihaknya akan menghargai Rp100.000 per cangkir.

Total dana yang terkumpul tersebut akan diberikan kepada korban bencana gempa bumi dan tsunami di dua wilayah tersebut. Menurutnya, ide awal kedai ini sebenarnya bukan untuk solidaritas tetapi sebatas diplomasi kopi, yakni mempromosikan kopi Indonesia kepada internasional.

“Kopi Indonesia sudah terkenal, tetapi barista dari sini kan belum. Kami ingin mengenalkan keduanya. Cuma, setelah melihat tragedi di Lombok dan Sulteng, kami piker sekalian saja tunjukkan solidaritas kepada korban bencana. Jadi ini bukan bentuk donasi tetapi lebih ke solidaritas,” jelasnya saat ditemui Bisnis, Senin (9/10/2018).

Dia mengungkapkan salah satu bank pelat merah ini membuka tiga kedai kopi di venue Annual Meeting IMF-WBG 2018. Lokasi tersebar di BNDCC dan BICC Westin. Dia mengatakan peminat kopi sangat banyak. Saat Bisnis mengunjungi pada tengah hari, satu kedai sudah melayani sebanyak 200 cangkir. Hingga perhelatan event tahunan keuangan ini berakhir pada 14 Oktober mendatang, diperkirakan 10.500 cangkir akan habis. Jika diuangkan, nilai dana yang bisa didonasikan mencapai Rp1,05 miliar.

Hanya saja, jumlah itu berpotensi meningkat. Terutama, pada saat event ini benar-benar sudah mulai banyak diisi pertemuan-pertemuan hingga kedatangan level presiden.

Alia mengatakan tidak masalah seberapa banyak cangkir kopi yang akan habis, pihaknya akan tetap berusaha menyediakan. Pasalnya, selain kopi dan barista Indonesia akan semakin terkenal, solidaritas terhadap korban bencana juga meningkat.

Apapun motif menyediakan kedai ini, bagi delegasi keberadaannya sangat penting. Zaenal, salah satu delegasi mengaku butuh kopi khususnya ketika siang hari. Dia mengaku event-event seperti ini, pemberian kopi gratis akan sangat membantu.

“Saya juga baru tahu baristanya dari Indonesia. Pastinya membantu biar tidak mengantuk,” jelasnya.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top