IMF-World Bank Annual Meeting 2018: Presiden World Bank Dijadwalkan Hadir Hari Ini

Hari ini dijadwalkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim akan hadir dalam gelaran Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) -- World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali.
Rinaldi Mohammad Azka | 09 Oktober 2018 06:10 WIB
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (tengah) bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (ketiga kiri) dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (ketiga kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Country Director Indonesia Rodrigo Chaves (kanan), Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri) dan Vice President of East Asia and Pacific Victoria Kwakwa (kedua kiri) meninjau pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Bali, Kamis (5/7/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, MANGUPURA, BALI -- Hari ini dijadwalkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim akan hadir dalam gelaran Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) -- World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional (Pannas), Susiwijono Moegiarso kepada Bisnis, Selasa (9/10/2018).

"Pagi-pagi [saya] jemput Presiden Kim ke Bandara," terangnya.

Jim Yong Kim baru datang hari ini setelah Direktur Pelaksana IMF sudah hadir sejak akhir pekan lalu.

Direncanakan agenda hari ini akan ada pemaparan prakiraan ekonomi dunia (economy outlook), pembiayaan hijau untuk pembangunan berkelanjutan, serta pembiayaan infrastruktur.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah akan menyuarakan empat isu utama dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali 2018.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan empat aspek utama ini memang akan lebih banyak disuarakan dan diperjuangkan untuk ekonomi Indonesia.

Pertama, penguatan koordinasi harmonisasi kebijakan antar negara untuk bersama memulihkan ekonomi global dan mengatasi ketidakpastian global.

"Agar pertumbuhan ekonomi  dunia tidak hanya didukung AS, tapi negara lain khususnya emerging market," ungkap Perry.

Pembahasan tersebut termasuk normalisasi kebijakan moneter, kenaikan suku bunga global dan resolusi ketegangan perdagangan di beberapa negara.

Kedua, penguatan dan perluasan pembiayaan infrastruktur.

Menurut Perry, selama hampir lima tahun progres infrastruktur Indonesia sangat besar dan cepat
termasuk yang dipuji banyak negara sehingga ini menjadi isu yang akan diangkat. 

"Kami memperjuangkan agar pembiayaan infrastruktur tidak hanya dibiayai APBN atau BUMN, tapi juga dibiayai swasta melalui
project bond dan instrumen lain," kata Perry.

Ketiga, Indonesia akan memanfaatkan ekonomi keuangan digital untuk kemajuan ekonomi domestik. Hal ini meliputi solusi keuangan digital bagi pengembangan UMKM, FinTech, serta perluas startup yang lain.
 

Keempat, Indonesia akan menyuarakan ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya, ekonomi syariah sudah menjadi  model bisnis global.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top