KABAR PASAR 9 OKTOBER: Indonesia Tak Butuh Utang IMF, Pebisnis Butuh Dukungan Pemerintah

Berita mengenai Indonesia yang dinilai tidak membutuhkan utang dari IMF serta kebutuhan dukungan pemerintah bagi pebisnis menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (9/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 Oktober 2018 08:19 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai Indonesia yang dinilai tidak membutuhkan utang dari IMF serta kebutuhan dukungan pemerintah bagi pebisnis menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (9/10/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Indonesia Tak Butuh Utang IMF. International Monetary Fund (IMF) menilai di tengah kondisi ketidakpastian global dan peristiwa bencana yang melanda, Indonesia tidak membutuhkan utang dari IMF. (Bisnis Indonesia)

Pebisnis Butuh Dukungan Pemerintah. Pebisnis dinilai memerlukan dukungan pemerintah dalam menerapkan rencana diversifikasi valuta asing ketika melakukan transaksi ekspor dan impor. (Bisnis Indonesia)

RI Akan Gandeng Jack Ma. Indonesia bakal membahas strategi peningkatan ekspor ke China bersama pendiri Alibaba Group Holding Ltd., Jack Ma, dalam Pertemuan Tahunan IMF—World Bank Group 2018. (Bisnis Indonesia)

Isu Global Dominan Tekan Rupiah. Pemerintah menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlanjut merupakan imbas dari pengaruh eksternal. Kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun yang melewati level psikologis 3% menjadi biang keladi. (Bisnis Indonesia)

Proyek Ratusan Triliun Dijajakan di Bali. Rapat tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) mulai berlangsung di Bali, Senin (8/10). Sekitar 34.000 peserta dari berbagai penjuru dunia datang. Pemerintah memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari investor guna mendanai proyek infrastruktur. (Kontan)

Bank dan Pemerintah Berebut Dana Ritel. Kebutuhan anggaran negara yang besar membuat pemerintah mencari berbagai cara untuk mengumpulkan dana. Salah satu cara lewat penerbitan surat utang ritel. Saat ini yang masih dalam tahap penjualan adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 15, yang ditargetkan bisa meraup dana hingga Rp 10 triliun. (Kontan)

Rupiah Loyo, Jualan Ritel Melambat. Penjualan ritel di kuartal ketiga tahun ini diperkirakan tumbuh melambat dibanding kuartal kedua 2018. Indikasinya: Indeks Penjualan Ril (IPR) periode Juli-September 2018 berdasarkan Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI), tumbuh melambat dari periode tiga bulan sebelumnya. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top