Bank Dunia Apresiasi Sukuk Hijau yang Diterbitkan Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa green sukuk sebagai instrumen pembiayaan kegiatan penanggulangan perubahan iklim sangat penting bagi kelestarian lingkungan hidup.
Dwi Nicken Tari | 09 Oktober 2018 14:29 WIB
ilustrasi

Bisnis.com, NUSA DUA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa green sukuk sebagai instrumen pembiayaan kegiatan penanggulangan perubahan iklim sangat penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Bank Dunia pun mengapresiasi inisiasi Pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi hijau yang digunakan untuk mendanai proyek ramah lingkungan tersebut.

“Sekecil apa pun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini, maka akan saya lakukan,” kata Sri Mulyani dalam seminar “Green Finance for Sustainable Development” dalam rangkaian Annual Meeting IMF_WBG 2019, di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

Adapun di dalam seminar tersebut, Sri Mulyani bersama Wakil Presiden World Bank Treasury Arunma Oteh membahas bagaimana pemerintah bersama dengan pihak swasta di seluruh dunia dapat dan harus bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Namun, Sri Mulyani mengingatkan, bahwa tantangannya kini adalah cara melakukan pembangunan yang selaras dengan upaya melestarikan lingkungan.

“Banyak diskusi yang membahas siapa yang membayar apa, berapa, dan kapan, dan pernyataan tentang siapa yang memberikan polusi dan yang menyelamatkan dunia, serta siapa yang harus membayarnya dan bagaimana setiap negara dapat melanjutkan pengembangannya tanpa merusak lingkungna atau dengan cara yang lebih bersih,” tutur Sri Mulyani.

Untuk itu, Sri Mulyani menambahkan, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lamah lingkungan adalah dengan mengharmonisasikan kebijakan. 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dengan mengeluarkan investasi baru untuk pembiayaan berkelanjutan, atau green sukuk, pun menjadi pilihan.

“Dunia sedang berkonsentrasi kepada proyek-proyek yang basisnya berkesinambungan. Kemudian, green sukuk hadir diprakarsai oleh Indonesia,” ujar Oteh.

Oteh mengapresiasi jika Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, ke depannya akan banyak investor dunia yang tertarik.

Adapun Indonesia tekah menjadi pinior penerbitan obligasi hijau di kawasan Asia Tenggara lewat penerbitan green sukuk senilai US$1,25 miliar pada Maret 2019, sebagai green sukuk pertama di dunia yang diterbitkan negara.

Tag : sukuk, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top