Apindo Dorong Inisiatif Pembayaran di Luar Dolar AS

Pengusaha Indonesia menilai revisi pertumbuhan ekonomi global dari International Monetary Fund (IMF) akibat perang dagang sebagai sesuatu yang sudah dapat diprediksi. Dengan demikian, upaya memperbaiki ekonomi dilakukannya dengan diversifikasi mata uang dalam perdagangan internasional. 
Rinaldi Mohammad Azka | 09 Oktober 2018 15:08 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, NUSA DUA – Pengusaha Indonesia menilai revisi pertumbuhan ekonomi global dari International Monetary Fund (IMF) akibat perang dagang sebagai sesuatu yang sudah dapat diprediksi. Dengan demikian, upaya memperbaiki ekonomi dilakukannya dengan diversifikasi mata uang dalam perdagangan internasional. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan perlu adanya kesadaran bersama antar negara untuk melakukan langkah-langkah antisipatif atas penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi (PE) dunia, yakni tensi perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat (AS)--China, naiknya harga minyak serta pengetatan likuiditas keuangan global.

 “Khusus untuk Indonesia, Apindo mendorong inisiatif neraca pembayaran kita untuk selain mata uang AS, kecuali yang ke AS karena secara alami kita akan pakai dolar AS. Ada keuntungan juga beberapa negara kita mengalami defisit dengan Yuan juga melemah, remimbi melemah, ini juga karena kita mengimpor dari mereka untuk bahan baku, perlahanlahan akan naik gunakan mata uang lain di basket kita,” jelasnya kepada Bisnis seusai menghadiri konferensi pers World Economy Outlook (WEO) di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

 Apindo lanjutnya sebagai langkah awal akan mengurangi permintaan dolar AS dengan mendorong penggunaan remimbi China oleh importir yang barangnya dari China. Langkah pertama dengan menggunakan remimbi China ini sebab perdagangan Indonesia masih defisit terhadap China.

 Melalui diversifikasi mata uang dalam perdagangan tersebut, menurutnya importir asal Indonesia diuntungkan karena biaya yang menjadi lebih murah dan permintaan terhadap dolar AS pun menjadi berkurang.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, apindo
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top