Sri Mulyani Berbagi Strategi Peningkatan SDM dalam Annual Meeting IMF-WBG

Pemerintah Indonesia berbagi tips kepada dunia guna meningkatkan kualitas SDM dengan segala keterbatasan sumber daya dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Rinaldi Mohammad Azka | 10 Oktober 2018 17:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan pada High Level Dialogue Disaster Risk Financing and Insurance in Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di BICC Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, NUSADUA – Pemerintah Indonesia berbagi tips kepada dunia guna meningkatkan kualitas SDM dengan segala keterbatasan sumber daya dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan lima hal yang menjadi perhatian khusus pemerintah, untuk meningkatkan kualitas human capital dengan sumber daya terbatas.

Menkeu, menjadi salah satu dari menteri-menteri keuangan dari 27 negara pengadopsi awal human capital, dalam diskusi Human Capital Early Adopters Ministerial Workshop dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018.

“Ada lima hal, pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan, meningkatkan kualitas guru, manajemen sekolah dan proses belajar mengajar peserta didik, pendidikan vokasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0, teknologi informasi, dan partisipasi sektor swasta,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Namun dia menjelaskan terdapat berbagai tantangan yakni, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, kualitas guru di kota yang tidak setara dengan di desa, mempersiapkan jenis pendidikan vokasi yang dibutuhkan oleh industri di masa depan, dan keadaan di Indonesia, dimana hampir semua sekolah negeri gratis, tetapi kualitasnya tidak sama dengan sekolah swasta.

“Indonesia siap berkontribusi dan bekerjasama, karena Indonesia memiliki pengalaman berharga dalam investasi human capital. Indonesia akan berkontrbusi dalam kemitraan global melalui kerja sama Selatan-Selatan dan program kerjasama Triangular,” ujar Menkeu.

Dipaparkan oleh Menkeu, bahwa dalam menghadapi isu pembangunan digital, pemerintah Indonesia memperkenalkan beberapa kebijakan strategis yaitu meningkatkan kurikulum pendidikan dan meningkatkan kompetensi pekerja, kedua meningkatkan kompetensi melalui pelatihan vokasi dan program magang, dan ketiga, meningkatkan kualifikasi, kebutuhan dan pelaksanaan sertifikasi profesi di seluruh institusi di seluruh negeri.

Menkeu juga menambahkan bahwa human capital adalah landasan untuk kesejahteraan dan kunci penggerak high-income growth. Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas human capital, yang meliputi kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan kesetaraan gender, dalam beberapa kebijakan strategis, antara lain; bidang pendidikan, pemerintah percaya bahwa masyarakat teredukasi akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi.

Edukasi akan membuat mereka dapat meningkatkan potensi pendapatan dan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan kalangan menengah. Karena itu, pemerintah juga telah mengalokasikan 20% dari APBN 2018 di bidang pendidikan yaitu sebesar Rp444 triliun.

Sedangkan di bidang kesehatan, pemerintah telah mengalokasikan lima persen dari keseluruhan APBN untuk sektor kesehatan. Untuk tahun 2019 akan dianggarkan Rp122 triliun untuk layanan kesehatan, menurunkan stunting dan menjalankan keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada akhir September 2018, JKN telah mencakup 203,28 juta penduduk atau 85% dari jumlah penduduk Indonesia.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top