Indonesia Didorong Suarakan Pentingnya Multilateralisme di Asean

Indonesia, yang memiliki kekuatan sebagai salah satu anggota kelompok negara 20 (G20), diharapkan dapat mengajak negara-negara di Asean untuk berdiskusi mengenai pentingnya sistem perdagangan multilateral.
Dwi Nicken Tari | 10 Oktober 2018 18:24 WIB
Managing Director IMF Christine Lagarde (kedua kiri), President World Bank Group Jim Yong Kim (tengah), Director-General World Trade Organization Roberto Azevedo (kedua kanan), Director Strategy Policy and Review Department IMF Martin Muhleisen (kiri) dan Secretary-General Organisation for Economic Co-Operation and Development Angel Gurria (kanan) berfoto bersama sebelum memulai Trade Conference Session 1: Introductory Remarks di Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, NUSA DUA — Indonesia, yang memiliki kekuatan sebagai salah satu anggota kelompok negara 20 (G20), diharapkan dapat mengajak negara-negara di Asean untuk berdiskusi mengenai pentingnya sistem perdagangan multilateral.

Isu perang dagang dan aksi proteksionisme dagang berhasil mencuri perhatian dalam perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral, serta akademisi, pengamat, ekonom, pebisnis, lembaga internasional dari seluruh negara anggota IMF dan World Bank berkumpul, pekan ini. 

“Indonesia lewat Presiden Joko Widodo, yang sangat didengarkan, dapat menyambut pendapat-pendapat untuk menyelamatkan sistem perdagangan global. Jika Indonesia berhasil melakukannya di Asean, yang memiliki hubungan erat dengan China, hasilnya bisa sangat positif,” kata Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Internasional (International Chamber of Commerce/ICC) John Denton di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). 

Senada, Direktur Jenderal Organisasi Dagang Internasional (World Trade Organization/WTO) Roberto Azedevo menyatakan bahwa Indonesia dapat terus menjajaki seluruh kesepakatan perdagangan bebas di Asia, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Trans-Pacific Partnership (TPP).

Dalam lingkup Asia Tenggara, Asean juga dapat membuat kesepakatan dagang bebas dengan mitranya.

“Kita tidak bisa menunggu keputusan dari ‘perang dagang’ untuk menentukan apa yang harus kita lakukan,” ujarnya. 

Untuk itu, WTO menyarankan kepada seluruh negara agar terus mengembangkan integrasi dagang dengan negara mitra karena hal itu diharapkan dapat menutupi kerugian yang disebabkan oleh negara-negara yang menjalankan praktik proteksionis. 

Azevedo memperingatkan jika terjadi perang dagang seutuhnya, maka pertumbuhan perdagangan global dapat anjlok 17,5% dan penurunan pertumbuhan global terhadap PDB dapat mencapai rata-rata 1,9%. 

“Semua negara dipastikan terkena dampaknya, tapi tentu dampaknya terbatas bagi negara-negara yang terintegrasi,” terangNYA.
 

Tag : asean, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top