Yap! BNI Bisa Bertransaksi Dengan Penerbit QR Code Lain

Aplikasi produk transaksi perbankan, yap! (Your All Payment) milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah terintegrasi dengan Quick Response Indonesia Standard (QRIS).
Muhammad Khadafi | 10 Oktober 2018 21:12 WIB
Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati (tengah) melakukan simulasi penggunaan aplikasi Triplogic dan melakukan pembayaran aplikasi yap! di Jakarta, Senin (10/9/2018). - Bisnis/Nirmala Aninda

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi produk transaksi perbankan, yap! (Your All Payment) milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah terintegrasi dengan Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

Dengan demikian, satu kanal pembayaran modern tersebut dapat digunakan di seluruh toko yang telah mengimplementasikan QRIS.

Uji coba penggunaan QRIS tersebut dilaksanakan di area Nusa Dua, Bali yang merupakan tempat penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Indonesia Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG), Rabu (10/10).

BNI dalam hal ini telah mengimplementasikan dengan pemasangan QRIS di toko yang bermitra.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi mengatakan, QRIS dapat dipindai oleh aplikasi dompet elektronik lokal seperti T-Cash dari Telkomsel, Bank Sinarmas, Maybank, Permata Mobile, t-money, dan lainnya.

Selain penerbit domestik, teknologi ini juga dapat menerima transaksi dari penerbit luar negeri seperti Liquidpay dan Wechatpay.

Menurut Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati, integrasi sistem pembayaran berbasis kode QR merupakan bentuk dukungan pada kampanye gerakan nontunai. Hal ini, secara otomatis akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan devisa negara.

Dia melanjutkan, pengaplikasian integrasi antar sistem pembayaran digital ini berperan penting pada pengembangan pariwisata.

“Ini mampu memudahkan para pendatang dari luar negeri dalam bertransaksi di Indonesia menggunakan e-wallet [dompet elektronik] dari negara asal mereka,” kata Tambok dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (10/10).

Bagi BNI integrasi sitem pembayaran ini juga mendukung peta jalan digitalisasi perseroan. Bank milik negara ini memiliki rencana transformasi yang meliputi digitalisasi authentication (PIN), digitalisasi uang tunai (cashless), dan digitalisasi kartu fisik (cardless).

BNI berharap digitalisasi transaksi pembayaran dapat memberikan peran aktif untuk kemajuan industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasalnya, dengan aplikasi sejenis yap! para pelaku usaha di sektor tersebut akan dimudahkan dari segi penerimaan pembayaran.

Sementara itu, sistem pembayaran digital berbasis kode QR telah menjadi bagian dari pembahasan Bank Indonesia sepanjang tahun ini. Bank sentral telah mengajak 12 penyelenggara dalam tahap uji coba. Kanal pembayaran ini tergabung dalam peta jalan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

“Kami mengkaji karena alat pembayarannya kan berbeda tidak seperti EDC [electronic data capture] untuk kartu debit dan kartu kredit,” kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top