IMF Yakin Ekonomi Dunia Kuat, Tapi Waspadai Perubahan Arah Angin

Bos IMF Christine Lagarde melihat ekonomi dunia dalam kondisi yang aman dibandingkan dengan krisis keuangan 2008. Namun, tingkat aman dapat berubah melihat tingkat utang publik dan swasta saat ini. “Sedikit saja perubahan arah angin dapat menimbulkan arus modal keluar dan ketidakstabilan di pasar negara berkembang seperti yang kita lihat saat ini.”
Hadijah Alaydrus | 11 Oktober 2018 10:39 WIB
Managing Director IMF Christine Lagarde menyampaikan pandangannya saat Trade Conference Session 1: Introductory Remarks pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, NUSA DUA — Dana Moneter Internasional menegaskan ekonomi dunia tetap kuat di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

“Ya, ekonomi global tetap kuat sekarang ini, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tetap stabil sebesar 3,7% tahun ini dan tahun depan,” kata Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dalam paparannya di acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Grup di Nusa Duam Bali, Kamis (11/10/2018).

Seperti diketahui, IMF memangkas pertumbuhan ekonomi global dari 3,9% menjadi 3,7% pada tahun ini.  Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak cukup kuat saat ini. Pasalnya, potensi pertumbuhan tersebut menurun dari perkiraan sebelumnya. Indikasi yang telah dilihat sebelumnya oleh IMF akhirnya semakin jelas, yaitu ketegangan perdagangan.

Ketika ketegangan meningkat, dia mengatakan hal tersebut tentu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam hal ini, Lagarde menyarankan agar semua negara yang mengalami dampak dari perang dagang tersebut untuk berupaya menurunkan ketegangan atau pengaruh perang dagang (de-escalate) dan menjalankan kebijakan yang sesuai dengan sistem perdagangan global yang kuat dan adil.

Selain itu, dia berharap pemerintah negara-negara di dunia mampu memperbaiki sistem dan kebijakan perdagangannya. Salah satunya dengan memanfaatkan ekonomi digital. Jika satu negara tidak mampu menjalankan hal tersebut, Lagarde menilai negara tersebut dapat merugi karena tertinggal dari kemajuan sistem global dan kehilangan produktivitas.

Kendati pertumbuhan melandai dari perkiraan semula, Lagarde melihat ekonomi dunia dalam kondisi yang aman dibandingkan dengan krisis keuangan 2008. Namun, tingkat aman dapat berubah melihat tingkat utang publik dan swasta saat ini.

“Sedikit saja perubahan arah angin dapat menimbulkan arus modal keluar dan ketidakstabilan di pasar negara berkembang seperti yang kita lihat saat ini,” ujar Lagarde.

Kepada negara berkembang yang rentan, Lagarde menyarankan untuk mengambil bauran kebijakan yang tepat, menggunakan semua instrumen yang ada.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top