Pemerintah Harus Kerja Keras Jaga Ekonomi dari Gejolak Global

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah harus bekerja ekstra untuk meredam berbagai gejolak terhadap stabilitas perekonomian seiring dengan normalisasi kebijakan yang dilakukan oleh negara-negara maju.
Edi Suwiknyo | 11 Oktober 2018 14:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah harus bekerja ekstra untuk meredam berbagai gejolak terhadap stabilitas perekonomian seiring dengan normalisasi kebijakan yang dilakukan oleh negara-negara maju.

Ekonom Maybank Indonesia Juniman menyebutkan, negara berkembang masih sangat riskan terpapar oleh berbagai volatilitas di pasar keuangan global, apalagi sampai sekarang tekanan eksternal belum juga mereda.

"Ke depan normalisasi kebijakan masih akan berlanjut, The Fed masih akan menaikan kembali suku bunga acuannya beberapa kali lagi bahkan busa melebihi inflasi di negeri paman sam tersebut," kata Juniman kepada Bisnis, Rabu (10/10/2018).

Inflasi AS, saat ini masih pada kisaran 2%, artinya masih terjaga sesuai dengan ekspekstasi, tetapi tampaknya dengan berbagai macam pertimbangan, The Fed masih akan menaikkan suku bunganya beberapa kali lagi.

Dengan kemungkinan tersebut, menurut Juniman, hal ini akan sangat mempengaruhi kinerja perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah baik dari aspek fiskal maupun moneter sudah cukup bagus. Bank Indonesia misalnya, telah merespons gejolak itu dengan menaikan suku bunganya. Di satu sisi, bagi otoritas fiskal memang telah mengambil langkah dengan menaikan tarif PPh impor untuk barang konsumsi.

"Justru di sini masalahnya, barang konsumsi porsi impornya sangat kecil dibandingkan dengan barang modal atau impor migas," ungkapnya.

Menurutnya, langkah yang paling masuk akal adalah menaikkan harga BBM. Kenaikan BBM termasuk premium atau pertalite, akan membantu pemerintah menekan konsumsi BBM. Dengan demikian, impor migasnya bisa ditekan.

Tag : ekonomi
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top