Pemegang Saham Muamalat Setujui Rights Issue Rp2 Triliun

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), Kamis (11/10/2018). Satu agenda krusial yang disetujui dalam rapat itu adalah penerbitan saham baru atau rghts issue senilai Rp2 triliun.
Muhammad Khadafi | 11 Oktober 2018 17:28 WIB
Profil Bank Muamalat. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), Kamis (11/10/2018). Satu agenda krusial yang disetujui dalam rapat itu adalah penerbitan saham baru atau rghts issue senilai Rp2 triliun.

Pemegang saham minoritas Muamalat Andre Mirza Hartawan mendukung suntikan modal baru. Dengan demikian kondisi bank akan semakin membaik sehingga valuasi saham dan return akan naik.

“Direksi sudah ditugaskan oleh RUPSLB harus berhasil [tambah modal],” kata Andre saat ditemui Bisnis di Jakarta usah RUPSLB di Jakarta.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan penerbitan saham baru yang disetujui itu merupakan perpanjangan dari yang sebelumnya diterbitkan perseroan. “[Saham baru] yang dahulu itu kan sudah expired 20 September,” katanya di Muamalat Tower, Jakarta usah RUPSLB.

Permana melanjutkan ada dua hal lain yang disetujui dalam RUPSLB. Pertama perubahan anggaran dasar yang dapat meliputi sejumlah produk. Kedua, pergantian manajemen karena Direktur Bisnsi Korporasi Muamalat Indra Sugiarto mengundurkan diri.

Adapun Permana menjelaskan bahwa Muamalat akan menerbitkan 20 miliar lembar saham dengan estimasi dana yang akan terhimpun sebesar Rp2 triliun. Saham baru ini akan diklasifikasikan sebagai modal inti (tier-1).

Apabila tidak ada atau hanya sebagian pemilik modal yang mengambil haknya, saham baru akan diambil oleh pembeli siaga. Jika demikian, persentase kepemilikan pemegang saham yang ada saat ini akan terdelusi paling banyak 66,21%.

Mengutip situs resmi perseroan, tiga besar pemilik saham Muamalat adalah Islamic Development Bank dengan 32,74%, Bank Boubyan 22%, dan Atwill Holdings Limited 17,91%. Kemudian diikuti oleh National Bank of Kuwait 8,45%, IDF Investment Foundation 3,48%, BMW Holdings Limited 2,84%, Reza Rhenaldi Syaiful 1,67%, Dewi Monita 1,67%, Andre Mirza Hartawan 1,66%, Koperasi Perkayuan Apkindo-MPI 1,39%, dan pemegang saham lainnya 1,39%.

Sementara itu, pembeli siaga yang dimaksud adalah konsorsium bentukan Ilham Habibie. Kelompok ini terdiri dari keluarga Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Capital dari Hong Kong. Ilham berperan sebagai pemimpin calon penyuntik modal Muamalat tersebut.
Sebelumnya Ilham mengatakan hampir dipastikan konsorsium nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali (PSP). Kepemilikan IDB terhadap Muamalat diperkirakan akan terdilusi hingga di bawah 25%.

Tag : bank muamalat
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top