Lagarde Analogikan Annual Meetings IMF-WBG dengan Tradisi Canang Sari Bali

Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde menganalogikan Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali dengan tradisi canang sari.
Rinaldi Mohammad Azka | 12 Oktober 2018 10:35 WIB
Managing Director IMF Christine Lagarde (kedua kiri) berkunjung ke Paviliun Indonesia di arena Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018, kawasan Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Wisnu Widiantoro

Bisnis.com, NUSADUA - Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde menganalogikan Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali dengan tradisi canang sari. 

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde menuturkan ada satu tradisi yang indah di Bali, yaitu canang sari, di mana masyarakat mempersembahkan sesuatu yang berharga kepada para dewa untuk bersyukur dan berdoa untuk mendapatkan lebih banyak berkah. 

Canang sari merupakan upakra/perlengkapan keagamaan umat Hindu di Bali untuk persembahan tiap harinya. Persembahan ini dapat ditemui di berbagai Pura, tempat sembahyang kecil di rumah-rumah, dan di jalan-jalan sebagai bagian dari sebuah persembahan yang lebih besar lagi.

"Menurut saya kita sedang melakukan suatu hal yang serupa di sini. Kita telah datang ke Bali dari seluruh penjuru dunia untuk 'memberikan persembahan' upaya kita bersama 189 negara anggota lembaga-lembaga Bretton Woods dan waktunya sangat tepat untuk itu," tuturnya saat membuka plenary session Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, di Nusa Dua Bali, Jumat (12/10/2018).

Upaya yang tengah dilakukan dalam pertemuan tahunan tersebut menjadi persembahan untuk mendapatkan lebih banyak berkah atau dalam hal ini pertumbuhan ekonomi.

Dia menuturkan sebenarnya perekonomian global terus mengalami pertumbuhan yang kuat. Namun pertumbuhan ini tidak merata antar kawasan maupun antar masyarakat dunia. 

Pertumbuhan ekonomi itu pun kini sedang melandai. Beberapa risiko mulai mewujud terutama risiko-risiko terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan. 

"Risiko-risiko terhadap prinsip-prinsip dan lembaga-lembaga yang menjadi tumpuan kerja sama internasional, yang telah membawa begitu banyak manfaat bagi begitu banyak orang selama bertahun-tahun." ungkapnya.

Bahkan baru-baru ini lanjutnya, kerja sama ini pula yang telah membantu membawa dunia kembali dari tepi krisis keuangan global yang hebat dan menurutnya kerja sama ini terus mendorong keberhasilan kawasan Asean yang luar biasa.

Lagarde melihat kerja sama internasional tengah menghadapi risiko-risiko yang dapat mengancam keberlangsungan perekonomian internasioal, sementara di sisi lain kerja sama seperti di Asean menunjukkan hasil yang positif.

Risiko yang dimaksud adalah upaya proteksi dagang dan mulai bermunculannya ketidakpercayaan negara-negara terhadap lembaga ekonomi multinasional seperti World Trade Organization (WTO) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

"Sudah jelas bahwa kita perlu mende-eskalasi sengketa-sengketa tersebut, kita tentu perlu melakukan reformasi terhadap sistem perdagangan global untuk menjadikannya lebih baik, lebih adil, dan lebih kuat bagi semua bangsa dan semua orang. Ini artinya kita memperbaiki sistem, bersama-sama, bukan merusaknya," jelasnya.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top