PINA Bappenas Fasilitasi Kerja Sama Investasi Rp47 Triliun

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Center memfasilitasi kerja sama pembiayaan proyek sektor prioritas dengan perkiraan total nilai Rp47 triliun di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali.
M. Nurhadi Pratomo | 13 Oktober 2018 11:19 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro menyampaikan materinya pada seminar internasional tentang sumber daya manusia penggerak perekonomian di Kuta, Bali, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, NUSA DUA — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Center memfasilitasi kerja sama pembiayaan proyek sektor prioritas dengan perkiraan total nilai Rp47 triliun di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan penandatangan yang dilakukan bukan merupakan wacana proyek. Akan tetapi, beberapa di antaranya akan beroperasi pada tahun depan.
 
“Pembiayaan alternatif non anggaran pendapatan dan belanja negara sangat elementer menjadi efek pengungkit dalam pembangunan sektor prioritas. Kementerian PPN/Bappenas melalui unit Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan PINA akan terus mendorong pembiayaan alternatif di berbagai bidang seperti infrastruktur, industri, perkebunan, dan pertanian,” ujarnya, Sabtu (13/10/2018).
 
Perjanjian tersebut terdiri atas dua kesepakatan kerja sama di bidang energi terbarukan senilai Rp590 miliar, satu kerja sama di bidang perkebunan dengan total nilai Rp2 triliun, serta pengembangan di jalan tol dengan total nilai Rp44,5 triliun.
 
“Kami mengapresiasi para investor swasta dalam negeri yang sudah menjadi bagian atau bahkan major player dalam proyek infrastruktur di Indonesia,” jelas Bambang.
 
Dia menambahkan pihaknya terus mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif untuk memanfaatkan dana investor swasta melalui skema KPBU dan  PINA. Dengan demikian, pemerintah dan badan usaha dapat bersama-sama melaksanakan pembangunan di Indonesia.

Tag : bappenas, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top