Ini Daftar Proyek Rp47 Triliun yang Difasilitasi PINA Center Bappenas

Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah atau PINA Center Bappenas memfasilitasi kerja sama investasi senilai Rp47 triliun.
Ema Sukarelawanto | 13 Oktober 2018 13:30 WIB
PINA Center Bappenas memfasilitasi kerja sama investasi proyek jalan tol, energi terbarukan, dan perkebunan di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali, Sabtu (13/10). - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, MANGUPURA -- Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah atau PINA Center Bappenas memfasilitasi kerja sama investasi senilai Rp47 triliun.

Fasilitas kerja sama itu mencakup proyek jalan tol, energi terbarukan, dan perkebunan. Penandatanganannya dilakukan di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG), Sabtu (13/10/2018), dan disaksikan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Bambang mengatakan proyek-proyek tersebut sudah mencapai tahap financial closing dan segera dimulai pembangunannya. 

“Pembiayaan alternatif non APBN adalah hal yang sangat elementer untuk menjadi efek pengungkit dalam pembangunan sektor prioritas," tuturnya. 

Kesepakatan yang ditandatangani tersebut meliputi 2 kerja sama di bidang energi terbarukan senilai Rp590 miliar, 1 kesepakatan kerja sama di bidang perkebunan Rp2 triliun, dan 3 kesepakatan kerja sama pengembangan jalan tol dengan perkiraan total nilai Rp44,5 triliun.

Turut ditandatangani pula kesepakatan kerja sama PT Nusantara Infrastucture Tbk. melalui anak perusahaannya, PT Energi Infranusantara (EI), dan PT Carpediem Elektrikal Nusantara (CEN) dengan perkiraan nilai investasi  Rp290 miliar. EI menyatakan kesediaan awal untuk membiayai pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kalimantan Barat yang diprakarsai CEN.

Kemudian, Preliminary Investment Agreement antara PINA Center Bappenas bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan dengan PT PNM Investment Management dalam rangka restrukturisasi perusahaan dan pengembangan infrastruktur perkebunan.

Dalam kerja sama ini, PNM Investment Management memberikan komitmen menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) atas Surat Utang Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang akan diterbitkan dengan nilai hingga Rp2 triliun.
 
Selanjutnya, kerja sama konstruksi antara PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk pembangunan jalan tol ruas Ancol Timur-Pluit (elevated) sebagai bagian penambahan ruang lingkup Jalan Tol ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit.

Sementara itu, PT Citra Marga Lintas Jabar dengan Girder Indonesia dan Wijaya Karya untuk pembangunan North South Link Bandung sepanjang 14,3 kilometer (km) sebagai bagian penambahan lingkup jalan tol ruas Soreang-Pasir Koja. Nilai investasi kedua proyek tersebut sebesar Rp21.5 triliun.

Berikutnya, kemitraan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak swasta dalam mendorong energi terbarukan dengan pembiayaan yang akan difasilitasi oleh PINA Center Bappenas.

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara PT Kaltimex Energy dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, Sulawesi Selatan untuk mengupayakan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy) dengan menggunakan pengolahan sampah Kota Luwuk sebesar 70 ton/hari menjadi tenaga listrik dengan kapasitas 4 MW.

PINA Center Bappenas juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Konsorsium PT Daya Mulia Turangga (DMT), GAMA Group, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. untuk fasilitas pembiayaan pembangunan jalan tol ruas Solo–Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) sepanjang 91,93 km sebagai pendukung akses menuju bandara di Kulon Progo dengan nilai investasi sebesar Rp22,5 triliun.

Bambang menegaskan penandatanganan nota kesepahaman ini menandai dimulainya proses fasilitasi pembiayaan PINA Center Bappenas pada proyek-proyek tersebut.

“Kami mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif tersebut untuk memanfaatkan dana investor swasta melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema PINA sehingga swasta dan badan usaha juga dapat bersama-sama pemerintah melaksanakan pembangunan Indonesia,” terangnya.

Dirut CMNP Tito Sulistio menyatakan selain dari pembiayaan internal, pendanaan untuk proyek jalan tol tersebut juga diupayakan datang dari perbankan dan cara lain yang dimungkinkan seperti sekuritisasi.

"Proyek jalan tol ini sangat mendesak dibangun karena untuk mengurai kemacetan dan memperlancar mobilitas masyarakat dan perekonomian," ucapnya.

Tag : bappenas, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top