Pidato Jokowi Kembali Tuai Pujian, Kali Ini dari Ketua Komite IMF

Pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali tuai pujian, kali ini pujian datang dari Ketua Komite IMF yang menyebut Indonesia seharusnya bangga memiliki pemimpin seperti Jokowi.
Rinaldi Mohammad Azka | 13 Oktober 2018 14:28 WIB
Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan sekaligus Ketua Komite IMF, Lesetja Kganyago (tengah) bersama Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kiri) dan Direktur Komunikasi IMF Garry Rice pada konferensi pers komunike IMFC dalam Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/100./JIBI - BISNIS/Rinaldi Mohamad Azka

Bisnis.com, NUSA DUA - Pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi  kembali tuai pujian, kali ini pujian datang dari Ketua Komite IMF yang menyebut Indonesia seharusnya bangga memiliki pemimpin seperti Jokowi.

Ketua Komite IMF sekaligus Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan, Lesetja Kganyago menuturkan pidato tersebut merupakan penjelasan tantangan ekonomi global dan solusinya yang dibuat lebih mudah, sehingga setiap orang dapat mengerti dengan baik.

"Kalian seharusnya bangga memiliki pemimpin negara seperti dia," selorohnya dalam konferensi pers Komite IMF, Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018, Rabu (13/10/2018).

Sementara, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengungkap pidato tersebut merupakan pencampuran dari kecerdasan dan kreativitas. Menurutnya, pidato seperti itu telah memberikan dampak yang begitu kuat terhadap para peserta yang hadir.

Dia pun menyuarakan hal yang sama dengan apa yang disuarakan Presiden dalam pidatonya. Dunia harus berkumpul dan bekerja sama mengatasi segala tantangan yang dihadapi.

"Pemaparan kami jadi pemaparan yang lemah dengan berbagai pemaparan teknikal kami," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengibaratkan kondisi keuangan global dengan film seri Game of Thrones (GoT). Pidato tersebut menuai apresiasi dari seluruh kepala negara, menteri hingga delegasi Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 dalam sambutannya di Plenary Meetung Session, Jumat (12/10/2018).

Ancaman global, menurutnya, tidak hanya perang dagang, Jokowi mengingatkan ancaman perubahan iklim sehingga bekerja sama menjadi penting.

"Saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi. Apakah kita telah sibuk bersaing dan saling serang satu sama lain sehingga kita gagal menyadari ada ancaman besar," ujar Jokowi.

Di akhir paparannya, Jokowi mengatakan dirinya bisa memprediksi akhir season 9 GoT. Menurutnya, film seri ini akan berakhir dengan lesan moral bahwa konfrontasi akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya bagi yang kalah tapi juga bagi yang menang.

"Ketika kemenangan dirayakan dan kekalahan diratapi baru keduanya sadar bahwa hasilnya sama," ungkapnya.

Dunia porak poranda, sehingga tidak ada artinya. Tidak ada artinya tumbuh di tengah negara lain tenggelam. Oleh karena itu, dia berpesan kepada para pengambil kebijakan di dunia untuk mengambil langkah yang tepat dan saling membantu.

Tag : jokowi, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top