Gubernur BOJ: Ekonomi Dunia Tetap Kuat, Tapi Perang Dagang Mengancam

Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Haruhiko Kuroda menyampaikan bahwa perekonomian negara-negara Asia saat ini telah lebih kuat dan tahan terhadap kejutan eksternal ketimbang sedekade silam.
Dwi Nicken Tari | 13 Oktober 2018 16:25 WIB
Haruhiko Kuroda - Istimewa

Bisnis.com, NUSADUA - Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Haruhiko Kuroda menyampaikan bahwa perekonomian negara-negara Asia saat ini telah lebih kuat dan tahan terhadap kejutan eksternal ketimbang satu dekade silam.

"Setelah kasus Lehman, dunia telah mengembangkan kondisi makroekonomi yang substansial untuk menghadapi downturn," kata Kuroda dalam acara Governor Talk: Japan-Tackling Policy Challenges in a Low Inflation Environment, Nusa Dua, Sabtu (13/10/2018).

Adapun dalam acara sideline dari rangkaian Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Bali yang dimoderatori oleh Direktur Dept. Asia Pasifik Rhee Changyong tersebut, Kuroda menjelaskan bahwa sektor keuangan sekarang lebih tahan dan kuat karena beberapa komponen dan kesepakatan internasional telah banyak diimplementasikan.

"Tapi, kita semua harus berhati-hati. Krisis keuangan dapat muncul dalam bentuk yang tidak terduga-duga," tuturnya.

Senada dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya ketika membuka Rapat Pleno Annual Meeting IMF-WBG 2018 kemarin (12/10/2018), Kuroda juga menyebut bahwa "winter is coming" dalam rupa ancaman tensi dagang.

"Tensi dagang ya, saya tidak ingin mengatakan perang dagang. Tensi dagang ini sangat tidak biasa, belum pernah terjadi sebelumnya," imbuh Kuroda.

Kuroda pun mengakui dia tidak dapat memperkirakan akhir dari eskalasi tensi dagang antara AS dan China kendati hingga di satu titik nanti, dia yakin tensi dagang akan berkurang.

"Tapi saya tidak tahu kapan dan bagaimana tensi dagang ini bisa berkurang atau diselesaikan," ungkapnya.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, annual meetings IMF-World Bank
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top