Menko Luhut: Fundamental Ekonomi Indonesia Bagus, tapi Perlu Kehati-hatian

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan seluruh pihak yang ditemui selama Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 memproyeksikan ekonomi global belum membaik pada tahun depan.
M. Nurhadi Pratomo | 13 Oktober 2018 16:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan (berkemeja merah) saat memberi keterangan pers terkait pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua Bali, Sabtu (13/10)./JIBI - BISNIS/ M Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, NUSA DUA -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan seluruh pihak yang ditemui selama Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 memproyeksikan ekonomi global belum membaik pada tahun depan.

Luhut mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) masih akan menaikkan lagi suku bunga acuan. Pasalnya, inflasi di negeri Paman Sam mendekati level 3%.

“Ekonomi Indonesia secara fundamental bagus tetapi perlu kehati-hatian. Tidak ada satupun yang saya temui ekonomi global akan membaik tahun depan,” ujarnya di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Dia mengklaim dampak penyelenggaran Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 akan berdampak positif terhadap perekonomian di Bali. Pihaknya memproyeksikan pertumbuhan akan pada akhir tahun akan menembus 6,54%.

Secara riil, sambungnya, pelebaran apron yang dilakukan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rak membuat kunjungan penumpang tumbuh menjadi 1,2 juta orang per tahun. Selain itu, terjadi peningkatan okupansi hotel dari rerata 60%-70% menjadi 70%-80%.

“Penerimaan Bali diperkirakan akan mencapai Rp1,2 triliun,” imbuhnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top