Inflasi Ganjal BOJ Kerek Suku Bunga

Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) mengungkapkan kondisi ekonomi Negeri Sakura belum memungkinkan bank sentral untuk menormalisasi kebijakan moneter.
Dwi Nicken Tari | 13 Oktober 2018 17:12 WIB
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, NUSA DUA -- Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) mengungkapkan kondisi ekonomi Negeri Sakura belum memungkinkan bank sentral untuk menormalisasi kebijakan moneter.

Dia menyampaikan dalam sesi Governor Talk: Japan--Tackling Policy Challenges in a Low Inflation Environment bahwa inflasi Jepang yang masih jauh dari target bank sentral sebesar 2% telah menjadi batu sandungan terbesar untuk menaikkan suku bunga.

"Inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran di AS yang kuat membuat tidak ada alasan  untuk tidak menaikkan suku bunga," kata Kuroda di BICC, Nusa Dua, Sabtu (13/10/2018).

Dia melanjutkan, dampak normalisasi yang menyebabkan pengetatan likuiditas global tersebut tetap baik untuk ekonomi global. Pasalnya, jika Bank Sentral AS tidak menaikkan suku bunga nantinya ekonomi AS bisa terlalu panas (overheat).

Adapun dia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi di kawasan AS, Zona Euro, dan Jepang kini telah tidak seragam.

Berbeda dengan sedekade silam, ketika bank sentral utama di dunia tersebut serempak menurunkan suku bunga dan memberikan stimulus ke dalam pasar agar terhindar dari krisis keuangan.

"Inflasi bergerak naik di AS dan Eropa, tapi inflasi Jepang secara tahunan tidak lebih dari 1%," tuturnya.

Dia sekali lagi menekankan bahwa BOJ tidak akan menaikkan suku bunga dengan mudah, baik untuk jangka menengah maupun panjang.
 

Tag : Inflasi, bank of japan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top