BI Sebut Inflasi Terkendali di Tengah Dampak Harga BBM

Survei pemantauan harga pekan ketiga Oktober 2018 oleh Bank Indonesia menunjukkan laju inflasi yang tetap rendah dan terkendali, meskipun dampak penyesuaian BBM non subsidi mulai tampak.
Hadijah Alaydrus | 19 Oktober 2018 14:21 WIB
Pengendara melintas usai mengisi BBM di salah satu SPBU, di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Survei pemantauan harga pekan ketiga Oktober 2018 oleh Bank Indonesia menunjukkan laju inflasi yang tetap rendah dan terkendali, meskipun dampak penyesuaian BBM non subsidi mulai tampak.
 
Inflasi pekan ketiga Oktober 2018 tercatat sebesar 0,12% secara month-to-month (mtm). Adapun inflasi tahunannya sebesar 3% secara year-on-year (yoy).
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan inflasi yang tetap rendah dan terkendali ini mengonfirmasi perkiraan sebelumnya bahwa inflasi tahun ini tidak akan melebihi 3,5%. 
 
"Semua komponen inflasinya itu rendah ya, inflasi inti itu juga rendah, demikian juga administred prices dan harga pangan," katanya, Jumat (19/10/2018).
 
Kontributor inflasi pada Oktober antara lain harga BBM non subsidi sebesar 0,02% dan cabai merah. Adapun bawang merah dan daging ayam ras masih mengalami deflasi. 
 
Sebelumnya, BI menegaskan inflasi tahun ini akan berada di bawah titik tengah sasaran atau di bawah 3,5%. Seperti diketahui, bank sentral Indonesia menetapkan sasaran inflasi tahun ini sebesar 3,5% plus minus 1%. 
 
Ada tiga alasan kuat yang melatarbelakangi keyakinan BI bahwa inflasi akan di bawah 3,5%. Pertama, pertumbuhan domestik masih di bawah tingkat output potential sehingga tekanan inflasi dari sisi permintaan masih rendah.

Kedua, ekspektasi inflasi tetap rendah. Hal ini dipicu oleh komitmen pemerintah dan BI untuk menjaga laju inflasi tetap rendah.
 
Ketiga, tingkat depresiasi rupiah masih terjaga. BI mematok kurs tengah sebesar Rp15.221 per dolar AS, Jumat (19/10), melemah 34 poin atau 0,22% dari posisi sehari sebelumnya.

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau melemah 23 poin atau 0,15% ke level Rp15.218 per dolar AS.
 

Tag : bank indonesia, Inflasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top