Darmin: Indeks Daya Saing Indonesia Jangan Dibandingkan Dengan Singapura

Indeks daya saing global Indonesia menempati peringkat 45, dan peringkat 4 di kawasan Asia Tenggara. Peringkat pertama di Asean dipegang oleh Singapura (peringkat ke-2 di dunia), Malaysia (25), dan Thailand (38).
Rinaldi Mohammad Azka | 19 Oktober 2018 17:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan keterangan pers usai kegiatan halalbihalal di Graha Sawala, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (21/7 - 2018) | Ipak Ayu H.N

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai perbaikan indeks daya saing global (The Global Competitiveness Report) Indonesia terus dilakukan, dan tidak bisa dibandingkan dengan negara kecil seperti Singapura.

Dalam laporan yang dikutip Jumat, (18/10/2018) ini, daya saing global Indonesia menempati peringkat 45, dan peringkat 4 di kawasan Asia Tenggara. Peringkat pertama di Asean dipegang oleh Singapura (peringkat ke-2 di dunia), Malaysia (25), dan Thailand (38).

Laporan tersebut menyebutkan daya saing utama yang menonjol dari Indonesia adalah kepadatan jumlah penduduk. Dalam indikator ukuran pasar (market size), WEF menempatkan Indonesia pada peringkat ke-8.

Indonesia berada pada ranking ke-45 dalam indeks daya saing global 2018 yang diterbitkan World Economic Forum. Daya saing Indonesia pada 2018 ini secara keseluruhan meningkat 2 level dari posisi 47 tahun sebelumnya.

"Iya [Indonesia masih] kalah, masa mau bersaing dengan Singapura negara kecil begitu, tapi kan artinya ada perbaikan pelan-pelan, walaupun tidak menanjak signifikan tapi membaik," tutur Darmin di Kantornya, Jumat (19/10/2018).

Dengan demikian, lanjutnya, dampak dari perbaikan pemerintah pun mulai muncul. Dia memerinci perbaikan yang dilakukan terutama terkait daya saing bisnis dengan meluncurkan Online Single Submission (OSS).

Pemerintah pun pada RAPBN 2019 meningkatkan anggaran pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan berkomitmen memberi jaminan perlindungan sosial bagi 40% penduduk termiskin.

Pemerintah akan memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) melalui peningkatan besaran manfaat 100% dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat.

Selain itu, Pemerintah akan memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat, di antaranya melalui penyediaan sarana dan prasarana yang berkualitas pada 48 rumah sakit/balai kesehatan serta penguatan program penurunan angka stunting yang terintegrasi di 160 Kabupaten/Kota.

Pemerintah juga meningkatkan jumlah penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 96,8 juta jiwa. Anggaran pendidikan tahun 2019 direncanakan sebesar Rp487,9 triliun.

Dalam laporannya, WEF menyebutkan mereka melakukan perubahan indikator daya saing dalam survei tahunannya ini. Pasalnya dalam laporan daya saing global 2017 Indonesia berada pada peringkat 36. Sedangkan pada 2016 di peringkat 41.

Penetrasi telepon selular dan keinginan untuk terhubung dengan dunia melalui Internet juga menjadi keunggulan Indonesia. Meski berada diperingkat ke-50 dalam indikator ini, WEF menilai capain ini lebih baik dibandingkan dengan negara lebih kaya namun skala ekonominya lebih kecil.

Tag : daya saing
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top