Dampak Bencana Sulteng, APPI Prediksi NPF Tetap Stabil

Potensi pembiayaan macet bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah diperkirakan tidak berdampak signifikan pada kenaikan rasio kredit macet atau nonperforming financing (NPF).
Reni Lestari | 21 Oktober 2018 12:41 WIB
Citifin - citifin.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi pembiayaan macet bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah diperkirakan tidak berdampak signifikan pada kenaikan rasio kredit macet atau nonperforming financing (NPF). 

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, potensi pembiayaan macet sebesar Rp368 miliar terhadap total pembiayaan industri bernilai relatif kecil. 

"Rp368 miliar kecil lah, total pembiayaan kami kan lebih dari Rp400 triliun, tidak signifikan. Itu potensi kerugian, belum tentu semua menjadi kerugian," katanya kepada Bisnis, Sabtu (21/10/2018). 

Dia memperkirakan, rasio NPF industri multifinance akan tetap stabil di angka 3% hingga 3,2%. Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pembiayaan industri multifinance hingga Agustus 2018 sebesar Rp431,94 triliun. Sedangkan rasio NPF per Agustus 2018 sebesar 3,11%. 

"Ya kira-kira akan di angka 3% sampai 3,2%," imbuhnya. 

Sementara itu, seiring dengan imbauan perlakuan khusus yang dikeluarkan OJK, APPI juga menyerukan agar anggotanya melakukan pendataan jumlah nasabah yang terdampak bencana.

 Sejumlah perusahaan multifinance mengaku belum selesai dalam melakukan pendataan sehingga potensi pembiayaan macet perusahaan belum dapat dikalkulasikan. 

 

 

Tag : multifinance, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top