Peningkatan NPL Industri Fintech Lending karena Masuknya Pemain Baru

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pertumbuhan angka nonperforming loan (NPL) atau pembiayaan bermasalah di industri fintech lending disebabkan masuknya pemain baru di industri.
Leo Dwi Jatmiko | 21 Oktober 2018 12:23 WIB
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com,JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pertumbuhan angka nonperforming loan (NPL) atau pembiayaan bermasalah di industri fintech lending disebabkan masuknya pemain baru di industri.  

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology, Hendrikus Passagi mengatakan angka NPL industri fintech lending saat ini di kisaran 1%-1,8% , angka tersebut tumbuh 0,9% dibandingkan dengan Desember 2017.

“Fintech baru yang belum menyesuaikan dengan lingkungan pembiayaan cenderung mengerek naik NPL Fintech dalam tiga bulan pertama.” kata Hendrikus di Bogor, Jumat (19/10/2018).

Sejauh ini, lanjutnya, angka NPL di industri fintech lending masih terbilang wajar mengingat mudanya usia industri ini.

Untuk diketahui, jumlah penyaluran pinjaman hingga Agustus 2018 sebesar Rp11,68 triliun, tumbuh 355,73% dibandingkan dengan Desember 2017.  Adapun jumlah NPL 1,89% pada Agustus 2018.

Selain itu, lanjutnya, OJK terus memantau pertumbuhan NPL di fintech lending. Menurutnya, kisaran NPL normalnya tidak lebih dari 2%.

“Kalau selama ini, data OJK mengenai NPL fintech di kisaran 1% dengan catatan jangan melampaui 2%,” ujarnya.

 

Tag : ojk, fintech
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top