FII Tetap Dilaksanakan kendati Kasus Pembunuhan Jurnalis menjadi Hambatan

Konferensi investasi dari Arab Saudi yang akan diselenggarakan selama tiga hari dalam pekan ini telah terselimuti awan kelam akibat peristiwa pembunuhan di Istanbul, Turki. Namun demikian, sesuai rencana, FII akan terus dilangsungkan.
Dwi Nicken Tari | 22 Oktober 2018 15:06 WIB
ILUSTRASI - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA—Konferensi investasi dari Arab Saudi yang akan diselenggarakan selama tiga hari dalam pekan ini telah terselimuti awan kelam akibat peristiwa pembunuhan di Istanbul, Turki. Namun demikian, sesuai rencana, FII akan terus dilangsungkan.

Adapun Future Investment Initiative (FII) dimaksudkan untuk menunjukkan peluang yang tercipta dari reformasi yang diupayakan Pangeran Mohammed bin Salman, yang ingin mengubah ketergantungan ekonomi Arab Saudi terhadap minyak, dan kontrak miliaran dolar kepada pebisnis elit dunia.

Namun, peristiwa pembunuhan pengkritik pemerintah Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul telah menjadi alasan bagi sejumlah pebisnis dan elit pemerintah untuk membatalkan kunjungannya ke “Davos in the Desert” pekan ini.

Ketidakhadiran CEO Deutsche Bank AG Christian Sewing, CEO JPMorgan Chase&Co. Jamie Dimon, dan CEO BlackRock Inc. Larry Fink pun bakal menjadi “sentakan” bagi rencana reformasi Sang Pangeran, yang selama ini telah membangun hubungan erat dengan eksekutif di Wall Street tersebut. Pasalnya, rencana ambisius Sang Pangeran sangat bergantung dengan pendanaan dari perbankan global.

Di sisi lain, delegasi eksekutif dari Rusia, termasuk Kirill Dmitriev selaku CEO Russian Direct Investment Fund (sebuah perusahaan milik pemerintah) yang menjadi tokoh utama yang didorong Presiden Vladimir Putin untuk bersahabat dengan Arab Saudi telah meyakinkan pemimpin bisnis untuk tetap hadir.

“Ada lebih banyak pergeseran ke CEO regional dan Asia, karena kepemimpinan [Arab Saudi] walau bagaimana pun akan tetap menyelenggarakan even ini,” kata Ayham Kamel, Head of Middle East and North Africa di Eurasia Group, seperti dikutip Bloomberg, Senin (22/10/2018).

Dia menilai, kepemimpinan Arab Saudi memang bisa saja mengabaikan kesuksesan atau kegagalan pertemuan tersebut. Akan tetapi, dampak apapun nantinya tetap bisa mempengaruhi Negara Minyak tersebut dalam beberapa bulan ke depan terkait keyakiann internasional terhadap program reformasi ekonominya.

Adapun pada tahun lalu, FII berhasil mengumpulkan orang-orang paling berpengaruh di dunia keuangan global dalam sebuah pertemuan dengan Public Investment Fund (PIF) milik Kerajaan Arab Saudi.

Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Mohammed bin Salman mengumumkan rencana senilai US$500 miliar untuk kota sci-fi bernama Neom—yang akan ditinggali oleh lebih banyak robot ketimbang manusia.

Selain itu, Sang Pangeran juga mengumumkan bahwa negaranya akan kembali ke Islam yang “moderat” dan akan menghapus “ekstimisme”.

Sementara itu, Steve Schwarzman dari Blackstone Group LP dan mantan CEO HSBC Holding Plc. Stuart Gulliver, dan CEO Blackrock Larry Fink sempat berdiskusi dengan menteri-menteri Arab Saudi (Menteri Keuangan, Menteri Energi, dan Menteri Perdagangan) dan bahkan dengan kepala PIF terkait ambisnisnya untuk menjadi pendanaan negara (sovereign fund) terbesar di dunia.

Dalam acara tersebut, Blackstone dan PIF mencapai kesepakatan rencana investasi untuk infrastruktur AS, dengan komitmen dari PIF sebesar US$20 miliar.

Selain itu, pada Juli tahun ini, BlackRock pun mendapatkan lisensi untuk mengadakan pengaturan dan memberikan bimbingan untuk bisnis sekuritas kerajaan Arab Saudi.

Adapun untuk program final dan daftar hadir untuk peserta tahun ini masih belum jelas karena panitia pertemuan terus memperbarui pengumuman di laman resminya.

Juru bicara konferensi FII menyampaikan bahwa even tersebut akan tetap berjaan dengan program yang diperbarui, terkait tren bisnis global terbaru, investasi, dan teknologi. FII juga akan menghadirkan lebih dari 120 pembicara dan moderator dalam 35 sesi selama 3 hari.

“Arab Saudi terlalu besar dan terlalu penting bagi Timur Tengah dan dunia, sehingga tidak dapat diabaikan oleh investor dalam waktu yang lama,” kata Aarthi Chandrasekaran, Analis Keuangan di Shuaa Capital PSC di Dubai.

Dia menambahkan, para investor akan segera kembali masuk (step in) kendati saat ini sedang menahan diri.

Adapun bebreapa perbankan tetap mengirimkan delegasinya ke FII. HSBC, Societe Generale SA, dan Credit Suisse Group AG berencana mengirimkan bankir investasi seniornya ke FII kendati para CEO telah membatalkan kehadiran.

Tag : arab saudi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top