KABAR PASAR 23 OKTOBER: Proyek Kilang Terancam Molor, BI Berpotensi Tahan Suku Bunga

Berita mengenai kendala pada proyek kilang minyak serta Bank Indonesia yang diperkirakan menahan kebijakan suku bunga acuan menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (23/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Oktober 2018 08:47 WIB
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kendala pada proyek kilang minyak serta Bank Indonesia yang diperkirakan menahan kebijakan suku bunga acuan menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (23/10/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Proyek Kilang Terancam Molor. Proyek kilang minyak masih menghadapi kendala, terutama kesiapan modal, mitra strategis, dan lahan. Bila masalah tersebut tidak segera diselesaikan, target proyek kilang sulit terealisasi tepat waktu. (Bisnis Indonesia)

BI Berpotensi Tahan Suku Bunga. Bank sentral diperkiran menahan kebijakan suku bunga acuan untuk menghadapi risiko yang lebih kuat ke depannya. Konsensus 11 ekonom dari 14 ekonom memperkirakan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 22-23 Oktober 2018 akan menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) pada level 5,75%. (Bisnis Indonesia)

Menimbang Urgensi Dana Kelurahan. Tidak ada yang riuh saat para wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (23/7). (Bisnis Indonesia)

Optimalisasi BMN Dorong Penerimaan Negara. Optimalisasi penggunaan barang milik negara (BMN) memiliki multiplier effect yang cukup signifi kan. Selain berpotensi meningkatkan nilai aset, inventarisasi dan optimalisasi BMN juga bisa memperbaiki kinerja pendapatan negara. (Bisnis Indonesia)

Tahan Bunga hingga Jelang Akhir Tahun. Setelah menaikkan bunga acuan hingga 150 basis points (bps) sejak awal tahun, Bank Indonesia (BI) diprediksi menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) dalam rapat dewan gubernur (RDG) bulan ini. Setidaknya, hingga penghujung tahun ini. (Kontan)

Kasus Jiwasraya Masuk Radar DPR. Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya mulai bergulir ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota parlemen menilai, selain masalah pengelolaan bisnis, mereka juga mengendus lemahnya pengawasan otoritas atas asuransi milik negara itu. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top