Menkeu: 2019, Defisit Keseimbangan Primer Dekati 0

Pemerintah berambisi dalam waktu dekat keseimbangan primer pada APBN dapat mencapai Rp0 dan menuju surplus di tahun-tahun mendatang. Sebagai langkah awal, pemerintah mematok keseimbangan primer 2019 di angka defisit Rp21 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka | 23 Oktober 2018 13:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani/JIBI - BISNIS/Rinaldi Mohamad Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berambisi dalam waktu dekat keseimbangan primer pada APBN dapat mencapai Rp0 dan menuju surplus di tahun-tahun mendatang. Sebagai langkah awal, pemerintah mematok keseimbangan primer 2019 di angka defisit Rp21 triliun.

Sejak tahun 2011, keseimbangan primer dalam APBN selalu defisit dan puncaknya pada 2015 defisitnya cukup dalam mencapai Rp142,5 triliun. Dengan demikian, pemerintah perlu berutang cukup tinggi untuk membiayai APBN.

Sesudah masa 2015, pemerintah terus berupaya memperbaiki kinerja keseimbangan primer dalam APBN, terbukti sejak masa itu, keseimbangan primer dan defisit APBN dirancang mendekati Rp0.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan pihaknya tengah mengusahakan keseimbangan primer menuju Rp0 dan menjadi surplus dalam waktu dekat.

"Sejak 2015, keseimbangan primer defisit Rp142,5 triliun, karena tekanan paling berat di tahun itu, dalam menolong agar ekonomi meningkat. Karena ekonomi mendapatkan tekanan, dari turunnya harga komoditas minyak dan bukan minyak," jelasnya di Kantor Sekretaris Negara, Selasa (23/10/2018).

Pemerintah pun lanjutnya, mulai melakukan konsolidasi APBN, defisit keseimbangan primer secara bertahap terus turun. Pada 2016 keseimbangan primer Rp125,6 triliun, sementara 2017 menjadi Rp124,4 triliun dan dalam proyeksiny, defisit keseimbangan primer 2018 mencapai Rp64,8 triliun.

"[Keseimbangan primer] sudah mendekati keseimbangan [Rp0], walaupun secara APBN outlook 2018 Rp64,8 triliun dan tahun depan Rp21 triliun, namun realisasinya kita harapkan dapat mendekati 0," tuturnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani pun menjelaskan keseimbangan primer tersebut merupakan bukti nyata, kebijakan fiskal dikelola secara pruden. Menurutnya, melalui belanja yang baik, defisit yang selama ini terjadi akan dapat terbayarkan atau payback dengan belanja-belanja yang tepat sasaran.

"Semua investasi defisit ini akan payback dibayar kembali. Defisit primer mendekati 0 di tahun 2019, ini diakibatkan APBN yang sehat karena penerimaan perpajakan meningkat," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi makro, sri mulyani

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top