Ini Saran Presiden Jokowi Soal Pengembangan Produk Ekspor

Presiden Joko Widodo menyampaikan saran soal penciptaan produk kepada para hadirin yang menghadiri pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 ke-33 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018).
Yodie Hardiyan | 24 Oktober 2018 15:19 WIB
Presiden Joko Widodo (dari kedua kiri) didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan Perwakilan PT Samudra Dyan Praga Rulita Angraini, Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas, dan Head of Corporate Communications Boy Kelana Soebroto, di gerai Road to Dubai usai membuka pameran Trade Expo Indonesia 2018, di ICE BSD, Serpong , Rabu (24/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, TANGERANG--- Presiden Joko Widodo menyampaikan saran soal penciptaan produk kepada para hadirin yang menghadiri pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 ke-33 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018).

Presiden menyarankan supaya desain-desain produk diperbarui sesuai dengan keinginan pasar. "Yang kedua kita perbarui terus packaging, kemasan, sehingga menjadi sesuatu yang menarik bagi produk-produk yang kita produksi," kata Presiden.

Di samping soal desain dan kemasan, Presiden memberikan saran soal promosi yang dianggapnya penting. Promosi itu, ujarnya, dapat dilakukan melalui pameran-pameran di seluruh dunia atau lewat internet. Dunia, ujar Presiden, sudah berubah dan perubahan itu harus diikuti oleh Indonesia.

"Kita tahu artificial intelligence (AI), internet of things, virtual reality, advance robotic, cryptocurrency. Semua berubah begitu cepatnya. Kalau kita tidak ingin ditinggal, kita harus cepat-cepat berubah," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyatakan ekspor produk dari Indonesia jangan hanya bergantung kepada pasar besar melainkan juga berusaha untuk masuk ke pasar-pasar non-tradisional.

Seperti diketahui, pasar non-tradisional yang dimaksud adalah negara tujuan ekspor yang belum banyak digarap oleh Indonesia seperti Asia Selatan, Timur Tengah atau Afrika. Contoh pasar tradisional bagi Indonesia antara lain China.

Presiden mengatakan pemerintah telah mengambil langkah kongkrit supaya Indonesia dapat masuk ke pasar ekspor non-tradisional.

"Ya kita telah perintahkan kepada duta besar, kepada konsulat jenderal, kepada ITPC (Indonesia Trade Promoting Centre) yang kita miliki untuk melihat potensi, melihat peluang yang ada, produk apa yang kita bisa masuk ke sana. Ya itu. Saya kira konkrit itu," kata Presiden.

Di ICE, Presiden membuka secara resmi acara pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang akan diselenggarakan pada 24-28 Oktober 2018.

Presiden mengatakan pasar besar atau pasar tradisional terkadang mudah bergejolak atau volatil. Dengan demikian, semakin banyak pasar yang dimiliki oleh Indonesia maka akan memberikan kemantapan bagi industri yang berorientasi ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, pameran dagang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top