Sri Mulyani Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar dari Kemenkeu untuk Palu dan Donggala

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk korban bencana Sulawesi Tengah. Dana tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari para staf Kementerian keuangan.
Rinaldi Mohammad Azka | 24 Oktober 2018 15:23 WIB
Seorang pengungsi berbaring bersama anaknya di tempat pengungsian di halaman kantor RRI Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). - ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk korban bencana Sulawesi Tengah. Dana tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari para staf Kementerian keuangan.
 
Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga meninjau lokasi gempa, posko pengungsian, serta kantor instansi vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (24/10/2018). 
 
Dalam kesempatan ini, Menkeu mengunjungi posko pengungsi di Desa Vatutela, Mantikulore. Di posko ini, Menkeu menyerahkan bantuan pegawai dan Dharma Wanita Kemenkeu senilai Rp2,5 miliar. 
 
Dana bantuan tersebut diberikan melalui Relawan LazisQu untuk dialokasikan menjadi sumur bor, air bersih, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengungsi. 
 
Selain itu, Sri Mulyani juga menyerahkan bantuan senilai Rp591 juta dari enam BUMN di bawah Kemenkeu, yaitu dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Geo Dipa Energi (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Rencananya, bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pelayanan dapur umum, kesehatan, amenities, personal hygiene, selimut, dan lainnya.
 
Sebelumnya, Menkeu mengunjungi beberapa kantor vertikal Kemenkeu seperti Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai (PSO BC) Pantoloan.

Berdasarkan penilaian kelayakan bangunan pascagempa, beberapa kantor sudah tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Namun, para pegawai tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat di tenda-tenda darurat yang dipasang di halaman kantor.
 
Sementara itu, sejumlah kapal patroli di PSO Bea Cukai rusak dan tenggelam. Salah satu sisi gedung kantor tersebut juga rusak parah karena tsunami.
 
Dalam kunjungannya, Menkeu memberikan motivasi kepada para pegawai Kemenkeu di Palu agar tetap semangat dalam bekerja dan memberikan layanan kepada masyarakat sebaik-baiknya. 
 
"Dengan kerendahan hati, kita mampu belajar menghormati dan selalu ingin membantu, tidak boleh kita sia-siakan," pesannya.
 
Sri Mulyani juga memberikan semangat kepada para pegawai yang tetap melayani masyarakat dan loyal terhadap pekerjaan. Terakhir, Menkeu mengajak para pegawai berkomitmen untuk membangun Palu dan Donggala.
 

Tag : kemenkeu, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top