Rekor Baru Obligasi Ritel, Deregulasi Energi Gagal Pacu Investasi

Berita mengenai rekor baru obligasi ritel serta kebijakan deregulasi di sektor energi yang belum memacu investasi menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (25/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Oktober 2018 08:36 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rekor baru obligasi ritel serta kebijakan deregulasi di sektor energi yang belum memacu investasi menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (25/10/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Rekor Baru Obligasi Ritel. Pemerintah kian agresif melakukan pendalaman pasar keuangan melalui penerbitan sejumlah instrumen obligasi ritel yang rata-rata memberikan imbal hasil menggiurkan. (Bisnis Indonesia)

Deregulasi Energi Gagal Pacu Investasi. Kebijakan deregulasi terhadap lebih dari 186 aturan di sektor energi yang dilakukan pemerintah sejak 2015, ternyata belum mampu memacu investasi sektor tersebut. (Bisnis Indonesia)

Tak Capai Target, Subsidi BUMN Dicabut. Tahun depan, Kementerian Perhubungan bakal mencabut subsidi biaya pengangkutan terhadap operator pelat merah yang gagal memenuhi standar minimal muatan balik dalam program tol laut sebesar 30%. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Relaksasi Pengenaan Pajak. Pemerintah memberikan relaksasi perpajakan berupa pembebasan PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi impor barang kena pajak (BKP) yang digunakan untuk mendukung industri energi panas bumi. (Bisnis Indonesia)

Proyek Unggulan Pemerintah Tak Sejalan Cuan Saham. Laju harga saham perikanan, kelautan, perkapalan, serta sektor infrastruktur dan konstruksi dalam empat tahun terakhir memberi satu pelajaran berharga: program pemerintah belum tentu optimal mengerek hasil investasi saham. Sebab, harga saham-saham yang harusnya mendapat sentimen positif dari program pemerintah, justru bergerak melemah. (Kontan)

Revisi Beleid Transaksi Elektronik Picu Pro-Kontra. Dalam waktu dekat, pemerintah siap mengeluarkan revisi Peraturan Pemerintah No 82/2012 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Sempat memantik pro dan kontra terkait penyimpanan dan pengolahan data, kabar terakhir yang diterima KONTAN, beleid tersebut kini di tangan Presiden Joko Widodo dan siap diluncurkan. (Kontan)

Saham Big Caps Sokong Indeks Syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sempat mencetak kinerja lebih baik ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada periode 15-22 Oktober, JII naik 2,12%, sedangkan IHSG hanya reli 1,98%. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top