BCA Proyeksi NIM Stabil 6,1% Sampai Akhir Tahun

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. memproyeksikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) akan stabil pada kisaran 6,1% sampai akhir tahun.
Ipak Ayu H Nurcaya | 25 Oktober 2018 21:09 WIB
Vera Eve Lim - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. memproyeksikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) akan stabil pada kisaran 6,1% sampai akhir tahun.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan bahwa sampai kuartal III/2018, rasio NIM BCA tercatat 6,1% atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 6,4%. 

Menurut Vera, rasio NIM pada tahun lalu lebih tinggi karena terdampak penurunan suku bunga simpanan. Sementara itu, sejak pertengahan tahun ini, tren suku bunga simpanan cenderung meningkat sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

"Sebenarnya awal tahun lalu NIM tinggi, namun kemudian turun sampai sekarang. Kami proyeksi angka sekarang akan stabil sampai akhir tahun," katanya, Kamis (25/10/2018).

Sementara itu, terkait dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 150 basis poin sepanjang tahun ini, BCA telah melakukan penyesuaian.

Vera mengemukakan, emiten perbankan berkode saham BBCA tersebut menaikkan suku bunga deposito lebih kurang 150 bps atau sesuai kenaikan acuan dari bank sentral. Adapun untuk kredit suku bunga baru mulai dilakukan pada Agustus lalu dengan kenaikan rerata sebesar 50 bps. "September kami naikkan 25 bps lagi, khusus untuk suku bunga KPR saat ini 70 bps," ujarnya.

Menurut Vera, meski demikian pihaknya optimis tidak akan terlalu berpengaruh pada kinerja karena rasio likuiditas atau LDR masih terjaga pada angka 80%.

Tag : bca
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top