Kemenko Perekonomian Dorong Peningkatan Akses KUR

Empat tahun masa jabatan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kondisi ekonomi Indonesia diklaim sehat dan kuat.
Muhammad Ridwan | 27 Oktober 2018 10:37 WIB
Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono (kiri) mendengarkan paparan dari Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertajuk Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (27/10). - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, MANADO -- Empat tahun masa jabatan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kondisi ekonomi Indonesia diklaim sehat dan kuat.

Memanfaatkan momen tersebut, pemerintah mendorong masyarakat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi sebagaimana disampaikan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Gerakan tersebut berpedoman kepada lima program, salah satunya adalah Gerakan Indonesia Mandiri. Dalam hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendapat tugas untuk mengoordinasikan program Gerakan Indonesia Mandiri.

“Momentum ini harus kita perkuat lagi dengan menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mental dan pola pikir masyarakat perlu diubah dari pola pikir yang sederhana hanya pada pemenuhan kebutuhan menjadi lebih memiliki jiwa wirausaha,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertajuk “Kemandirian Ekonomi untuk Indonesia Maju”, di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (27/10/2018).

Dia melanjutkan sebagai bagian GNRM  untuk mengubah pola pikir, pemerintah mendorong berbagai kebijakan untuk menciptakan kemandirian masyarakat, salah satunya direalisasikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak awal 2017, suku bunga KUR sudah diturunkan sehingga diharapkan dapat memperluas aksesnya di masyarakat.

“Sejak Januari 2018, suku bunga KUR efektif per tahun telah diturunkan menjadi 7% dari semula 9%. Selain itu, target porsi penyaluran juga diprioritaskan ke sektor-sektor produksi seperti pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan,” papar Susiwijono.

Hingga Agustus 2018, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp87,58 triliun atau 70,9% dari alokasi sepanjang tahun yang sebesar Rp123,53 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 3,34 juta debitur di seluruh Indonesia.

Tag : kur, kabinet Jokowi-JK
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top