Menko Perekonomian Kunjungi Moskow, Genjot Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan dan Teknik

Menteri Koordinasi Perekonomian Darmin Nasution berkunjung ke Moskow untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan dan teknik.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 27 Oktober 2018 21:31 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menyampaikan paparan dalam acara Digital Economic Briefing, di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinasi Perekonomian Darmin Nasution berkunjung ke Moskow untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan dan teknik.

Sejumlah program strategis dibahas Menko Darmin Nasution dengan Denis Manturov, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia. Pembahasan dilakukan dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) Ke-12 Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik Indonesia-Rusia di Moskow, Jumat (26/10/2018).

Rusia merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Bidang-bidang kerja sama yang dibicarakan dalam SKB meliputi:

  • perdagangan
  • industri
  • investasi
  • energi termasuk energi nuklir untuk tujuan damai
  • transportasi dan infrastruktur
  • teknologi informasi dan telekomunikasi
  • perbankan dan keuangan
  • antariksa

Selain itu, dibahas juga kerja sama kebudayaan dan pariwisata, ilmu pengetahuan dan pendidikan, kesehatan, kelautan, perikanan dan pertanian, standardisasi, serta kerja sama antara kota/provinsi dan kamar dagang kedua negara.

"Saya dan Menteri Denis Manturov telah bersepakat untuk terus bekerja keras bersama-sama menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai perdagangan di masa mendatang dan juga tentu saja investasi sehingga hubungan ekonomi kedua negara semakin meningkat,” kata Darmin Nasution dalam keterangan resmi, diterima Bisnis, Sabtu (27/10/2018).

Darmin juga menekankan pentingnya perluasan akses pasar bagi produk dan komoditas pertanian dan perikanan Indonesia ke Rusia, serta peningkatan investasi Rusia di Indonesia khususnya di bidang infrastruktur dan energi.

Dia juga menggarisbawahi perlunya percepatan negosiasi perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU).

Di tengah kondisi ekonomi global kurang stabil, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia masih menunjukan peningkatan.

Menurut statistik perdagangan Indonesia, nilai total perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia tahun 2017 mencapai US$2,52 miliar atau naik sebesar 19,43% dari tahun 2016 yang tercatat sebesar US$2,11 milyar. 

Sementara data perdagangan Rusia menurut Federal Custom mencapai US$3,27 miliar atau naik 25%.

Di bidang investasi, berdasarkan catatan BKPM Indonesia, realisasi investasi Rusia di Indonesia dalam lima tahun terakhir masih mengalami fluktuasi.

Tahun 2017 Rusia menempati peringkat ke-38 dalam daftar negara mitra yang berinvestasi di Indonesia. Nilai investasinya sebesar US$7,4 juta dalam 62 proyek atau meningkat 34,6% dibandingkan tahun 2016 yang mencapai US$5,5 juta dalam 31 proyek.

Di sektor pariwisata, wisatawan Rusia ke Indonesia tahun 2017 sebanyak 110.500 orang, meningkat 37,28% dari tahun 2016.

Wisatawan Rusia ke Indonesia diperkirakan meningkat sejalan dengan rencana penerbangan langsung dari Moskow ke Denpasar. Penerbangan langsung tersebut dimulai pada 28 Oktober 2018 oleh maskapai Rusia “Rossiya Airlines” yang merupakan anak perusahaan Aeroflot.

Sementara itu, untuk lebih meningkatkan people-to-people contact, promosi Indonesia, pengembangan pariwisata dan perdagangan, setiap tahun sejak tahun 2016 di Moskow diselenggaran Festival Indonesia.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top