Ini 4 Program OJK dan Pelaku Industri untuk Naikkan Inklusi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan bersama pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) mendorong penyediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat disertai terciptanya perlindungan konsumen.
Ropesta Sitorus | 27 Oktober 2018 16:13 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan bersama pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) mendorong penyediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat disertai terciptanya perlindungan konsumen.

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara menyatakan setidaknya ada empat program yang diluncurkan OJK dan PUJK untuk mendukung inklusi keuangan dan perlindungan konsumen.

Pertama, Kampanye Simpanan Pelajar (SimPel dan SimPel iB) Goes to School yakni kampanye atas produk tabungan untuk siswa yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia untuk mendorong budaya menabung sejak dini, dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Kedua, Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), yakni gabungan bagi kelompok usia 18-30 tahun dengan dilengkapi fitur asuransi dan/atau produk investasi yang ditawarkan perbankan di Indonesia.

Ketiga, Reksa Dana Syariahku (SAKU) atau program investasi syariah untuk pelajar dan mahasiswa yang bersifat massal, berupa produk reksa dana syariah dengan persyaratan yang mudah dan sederhana.

Keempat, Reksa Dana Mini Mart yakni penjualan reksa dana melalui jaringan minimarket. Program ini diterbitkan untuk menambah alternatif pilihan pembayaran reksa dana.

Selain melalui transfer bank, pembayaran reksa dana juga bisa dilakukan secara tunai, atau e-money, atau kartu debit di seluruh jaringan minimarket terdekat.

“Program dan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia terhadap produk dan layanan jasa keuangan serta membuka akses keuangan untuk sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, pegadaian dan dana pensiun,” katanya.

Hal itu dikatakan Tirta saat membuka acara Financial Institution (FinEXPO) & SunDown Run 2018 sebagai puncak dari Bulan Inklusi Keuangan di Jakarta, Sabtu (27/10/2018) seperti dikutip dari keterangan resmi.

Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan dengan tema “Semua Inklusi, Perlindungan Pasti” kali ini mencanangkan perlunya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan serta pentingnya perlindungan konsumen sektor jasa keuangan.

Tema “Semua Inklusi, Perlindungan Pasti” ini dipilih sebagai pesan utama untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat  dalam memahami produk industri keuangan sehingga menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat.

Perlindungan konsumen juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta yakin dalam memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan tahun ini diikuti 557Lembaga Jasa Keuangan di seluruh Indonesia dengan total kegiatan mencapai 2.223 kegiatan.

Dari kegiatan yang dilakukan tercatat peningkatan pembukaan rekening dari 5.489.145 rekening pada 2017 menjadi 7.511.700 pada tahun ini.

Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan OJK pada 2016 mencatat indeks literasi keuangan naik menjadi 29,7% dari angka 21,8% pada 2013.

Sejalan dengan itu, indeks inklusi keuangan dari sisi tingkat penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan 2016 juga naik menjadi 67,8% dari angka 59,7% pada 2013.

Tag : ojk
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top