Jokowi Pilih Jaga Keseimbangan Pasar

Alih-alih hanya menjaga harga bahan pokok lebih murah, Presiden Joko Widodo menyatakan komitmennya untuk menjaga keseimbangan pasar.
Amanda Kusumawardhani | 30 Oktober 2018 13:31 WIB
Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Kranggan, di Yogyakarta, Rabu (25/7/2018). - JIBI/Desi Suryanto

Bisnis.com, JAKARTA -- Alih-alih hanya menjaga harga bahan pokok lebih murah, Presiden Joko Widodo menyatakan komitmennya untuk menjaga keseimbangan pasar.

Presiden Jokowi mengatakan di era pemerintahannya, pemerintah mampu menjaga inflasi di kisaran 3%-4%. Padahal, sebelumnya inflasi bergerak di rentang 8%-9%.

"Jangan dipikir kalau [harga] turun, masyarakat senang, peternaknya teriak. Telur naik, peternak senang, begitu turun ada yang teriak-teriak. Yang sulit itu jaga keseimbangan. Bagaimana peternak senang, masyarakat senang. Bagaimana masyarakat senang petaninya juga senang. Saya ingin jaga keseimbangan," paparnya di Jakarta, Senin (30/10/2018).

Menurut Jokowi, dia menaruh perhatian cukup besar pada fluktuasi harga bahan pokok, khususnya di pasar tradisional. Pengamatan tersebut diperolehnya dengan cara masuk ke pasar-pasar tradisional supaya dapat mengetahui gambaran langsung keadaan yang ada.

"Isu-isu harga bahan pokok naik. Ada yang datang ke pasar ngomong harga bahan pokok naik. Inflasinya biasanya 8%- 9%, sekarang inflasinya di bawah 3,5%. Artinya, harga itu terkendali. Dikendalikan. Dipikir saya enggak pernah keluar masuk pasar? Saya sering keluar masuk pasar, saya tanya langsung pedagang," ujarnya.

Presiden menambahkan fluktuasi harga bahan-bahan pokok merupakan hal yang wajar karena pembentukan harga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Pemerintah disebut sudah melakukan upaya yang serius terkait pengendalian harga, sehingga dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tag : jokowi, harga pangan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top