Sejumlah Proyek dari Inisiasi OBOR China Belum Terealisasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui adanya sejumlah proyek skala besar dari inisiatif One Belt One Road (OBOR) China yang tertunda. 
Hadijah Alaydrus | 30 Oktober 2018 20:20 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong (tengah) menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti BKPM - HSBC Infrastructure Forum di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui adanya sejumlah proyek skala besar dari inisiatif One Belt One Road (OBOR) China yang tertunda. 

Kepala BKPM Thomas T. Lembong menegaskan penawaran investasi yang telah dimulai Presiden Joko Widodo setahun lalu masih belum bisa direalisasi.

"Sayangnya, tahun ini masih belum bisa direalisasi. Itu karena faktor internal dan eksternal," ungkap Lembong dalam paparan realisasi investasi, Kamis (30/10).

Salah satu faktor eksternal yang disoroti BKPM adalah pembatalan proyek OBOR di Malaysia oleh PM Mahatir Muhammad. Seperti diketahui, Malaysia telah membatalkan dua megaproyek, yaitu proyek kereta api sepanjang 688 km senilai US$20 miliar dan proyek pipa gas alam di Sabah senilai US$2,3 miliar.

Langkah serupa juga terjadi di beberapa negara seperti Pakistan, Nepal dan Myanmar.

Menurut Lembong, kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan reevaluasi dan memperbaiki desain maupun parameter proyek OBOR tersebut. 

Sejauh ini, dia mengungkapkan pemerintah masih berkomitmen dan mendukung serta tetap antusias mengenai OBOR inisiatif. 

Dia yakin OBOR bisa didorong dengan mudah karena skemanya sudah ada, dialog sudah jalan, dan visinya jelas. 

Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah proyek kerja sama kepada China, yaitu proyek Kuala Tanjung International Hub Port, Kuala Tanjung Industrial Estate, Sei Mangkei Special Economic Zone, New Kuala Namu Industrial Estate (GIIFE) dan Kuala Namu Aerocity di Sumatera. 

Kemudian proyek Hydropower, Aluminium and Steel Alloy Smelter, Pindada International Port dan INALUM Port di Kalimantan Utara (Kaltara).

Selanjutnya, proyek di Sulawesi Utara seperti Lembeh International Airport, Likupang Tourist Estate (Casabaio Resort, Sintesa Resort) dan Bitung Industrial Estate. Selain itu, proyek Bali Mandara Toll Road dan Kura-Kura Island Tech Park di Bali. 

Tag : bkpm, one belt one road
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top