Sri Mulyani: Middle Income Trap Warisan Masalah ke Generasi Berikutnya

Pemerintah mengakui middle income trap atau jebakan kelas menengah pemerintah masih menjadi permasalahan yang diwariskan ke generasi selanjutnya.
Rinaldi Mohammad Azka | 31 Oktober 2018 13:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) saat menghadiri seminar peringatan Hari Oeang ke-72 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/10/2018). Seminar tersebut mengangkat tema Dialog Lintas Generasi Melanjutkan Estafet Pembangunan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045. - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mengakui middle income trap atau jebakan kelas menengah pemerintah masih menjadi permasalahan yang diwariskan ke generasi selanjutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan upaya yang dilakukan oleh pemerintahan yang satu ke pemerintahan selanjutnya telah mencapai kondisi pertumbuhan ekonomi seperti saat ini.

Dia mengatakan tantangan ke depan terutama ada pada jebakan kelas menengah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan menjadi Indonesia Emas 2045.

"Ke depan ada middle income trap, ini sudah waktunya bagi generasi millenials untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini estafet namanya," ungkapnya di Jakarta pada Rabu (31/10/2018).

Dia mengemukakan hal itu pada Dialog Lintas Generasi Melanjutkan Estafet Pembangunan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Oeang ke-72.

Menkeu Sri Mulyani berbicara kepada wartawan di sela-sela peringatan Hari Oeang ke-72 di Jakarta. - Bisnis.com/Rinaldi M. Azka

Sri Mulyani melanjutkan permasalahan perekonomian saat ini sangat banyak dan tidak mungkin hanya memanfaatkan birokrasi dengan solusi top down.

Menurutnya, diperlukan inisiatif-insiatif yang dilakukan generasi muda untuk mengakselerasi penyelesaian segala masalah. Menkeu mengutarakan yang menjadi tantangan saat ini adalah teknologi, pembangunan sumber daya manusia, serta infrastruktur.

Ada middle income trap, ini sudah waktunya bagi generasi millenials untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini estafet namanya

Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan teknologi dapat menjadi alat agar Indonesia dapat melompat dan mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi.

"Hal-hal seperti gap [antara daerah dan pusat] dapat diselesaikan dengan teknologi. Internet sudah masuk 1 dekade, awalnya Indonesia hanya pasar. Namun, beberapa tahun terakhir banyak anak muda melihat ini sebagai potensi, maka lahirlah perusahaan-perusahaan Indonesia yang menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.

Dengan demikian, dalam pandangan William, teknologi menjadi lompatan Indonesia untuk memperbaiki berbagai permasalahan.

Tag : menkeu, utang luar negeri
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top